Skip to Content

Efektivitas AirFloss vs Benang Gigi

June 3, 2026 by
Carigi Indonesia

Efektivitas AirFloss vs Benang Gigi

Efektivitas AirFloss vs Benang Gigi

AirFloss atau Benang Gigi Biasa? Penelitian Terbaru Menunjukkan Keduanya Sama-Sama Baik untuk Kesehatan Gusi

Uji klinis menemukan AirFloss dengan larutan essential oil memiliki efektivitas yang sebanding dengan benang gigi konvensional

Menjaga kesehatan gigi dan gusi tidak cukup hanya dengan menyikat permukaan gigi yang terlihat. Area di sela-sela gigi merupakan tempat yang sering menjadi lokasi penumpukan plak dan awal terjadinya radang gusi. Karena itu, dokter gigi selama bertahun-tahun merekomendasikan penggunaan benang gigi (dental floss) sebagai bagian dari rutinitas kebersihan mulut sehari-hari.

Namun, tidak semua orang nyaman menggunakan benang gigi. Sebagian merasa tekniknya sulit, memerlukan waktu lebih lama, atau bahkan menimbulkan rasa tidak nyaman. Kondisi ini mendorong para peneliti untuk mencari alternatif yang lebih praktis tanpa mengurangi efektivitasnya.

Salah satu perangkat yang dikembangkan adalah Philips Sonicare AirFloss Ultra, alat yang menggunakan semburan udara dan cairan mikro untuk membersihkan sela-sela gigi. Sebuah penelitian klinis terbaru mencoba membandingkan efektivitas AirFloss yang diisi dengan obat kumur berbahan essential oil dengan benang gigi lilin (waxed dental floss). Hasilnya menunjukkan bahwa kedua metode memberikan manfaat yang hampir sama dalam menjaga kesehatan gusi.

Mengapa Membersihkan Sela Gigi Sangat Penting?

Radang gusi atau gingivitis merupakan tahap awal penyakit periodontal yang disebabkan oleh penumpukan plak bakteri di sekitar dan di antara gigi. Jika tidak ditangani, gingivitis dapat berkembang menjadi penyakit periodontal yang lebih serius dan berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan penyangga gigi.

Meskipun menyikat gigi merupakan langkah utama dalam menjaga kebersihan mulut, bulu sikat sering kali tidak mampu menjangkau area sempit di sela-sela gigi. Oleh karena itu, pembersihan interdental menggunakan benang gigi, sikat interdental, atau alat pembersih berbasis air menjadi pelengkap yang penting.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini dilakukan di Academic Centre for Dentistry Amsterdam (ACTA), Belanda. Sebanyak 82 orang dewasa muda yang sehat dilibatkan dalam penelitian.

Sebelum perlakuan dimulai, para peserta terlebih dahulu mengalami kondisi gingivitis yang sengaja diinduksi untuk keperluan penelitian. Setelah itu, mereka dibagi secara acak ke dalam dua kelompok:

  • Kelompok yang menggunakan AirFloss Ultra berisi larutan essential oil.

  • Kelompok yang menggunakan benang gigi lilin (waxed dental floss).

Seluruh peserta tetap menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride selama empat minggu masa penelitian.

Peneliti kemudian mengevaluasi beberapa parameter kesehatan mulut, antara lain:

  • Perdarahan gusi

  • Jumlah plak gigi

  • Abrasi atau luka ringan pada jaringan gusi

Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah salah satu metode lebih unggul dibandingkan metode lainnya dalam mengurangi peradangan gusi.

Kedua Metode Sama-Sama Meningkatkan Kesehatan Gusi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik AirFloss maupun benang gigi konvensional mampu memperbaiki kondisi kesehatan gusi secara signifikan.

Setelah empat minggu penggunaan, kedua kelompok mengalami:

  • Penurunan perdarahan gusi

  • Berkurangnya jumlah plak

  • Perbaikan tanda-tanda gingivitis

Menariknya, analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Dengan kata lain, AirFloss dengan larutan essential oil bekerja sama baiknya dengan benang gigi dalam membantu mengatasi gingivitis yang terjadi pada peserta penelitian.

Parameter utama yang digunakan untuk menilai peradangan gusi, yaitu Bleeding on Marginal Probing (BOMP), juga menunjukkan penurunan yang signifikan pada kedua kelompok.

Bagaimana dengan Keamanannya?

Selain efektivitas, peneliti juga mengevaluasi aspek keamanan dari kedua metode.

Hasilnya menunjukkan bahwa AirFloss maupun benang gigi sama-sama aman digunakan. Tidak ditemukan efek samping serius selama penelitian berlangsung.

Beberapa peserta yang menggunakan benang gigi melaporkan keluhan ringan seperti:

  • Iritasi gusi

  • Kemerahan

  • Rasa nyeri ringan

  • Pembengkakan ringan

Namun, keluhan tersebut tidak bersifat serius dan tidak memerlukan penanganan khusus.

Peneliti juga menemukan bahwa tingkat abrasi atau luka ringan pada jaringan gusi tidak berbeda secara signifikan antara kedua kelompok.

Solusi bagi Orang yang Sulit Menggunakan Benang Gigi

Salah satu temuan yang menarik dari penelitian ini adalah potensi AirFloss sebagai alternatif bagi orang yang kesulitan menggunakan benang gigi.

Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian pengguna menganggap AirFloss lebih mudah digunakan karena tidak memerlukan teknik khusus seperti benang gigi konvensional. Alat ini cukup diarahkan ke sela gigi untuk menghasilkan semburan udara dan cairan yang membantu membersihkan area tersebut.

Karena alasan tersebut, AirFloss dapat menjadi pilihan yang menarik bagi individu yang:

  • Tidak terbiasa menggunakan benang gigi

  • Memiliki keterbatasan keterampilan motorik tangan

  • Kesulitan menjangkau gigi bagian belakang

  • Kurang termotivasi melakukan flossing secara rutin

Apakah Essential Oil Memberikan Manfaat Tambahan?

Keunikan penelitian ini terletak pada penggunaan larutan essential oil sebagai isi reservoir AirFloss.

Obat kumur berbahan essential oil telah lama diketahui dapat membantu mengurangi plak dan peradangan gusi. Namun, berdasarkan hasil penelitian ini, belum dapat dipastikan seberapa besar kontribusi essential oil terhadap hasil yang diperoleh.

Para peneliti menyarankan agar penelitian lanjutan dilakukan untuk membandingkan AirFloss yang menggunakan essential oil dengan AirFloss yang hanya menggunakan air biasa.

Keterbatasan Penelitian

Penulis mengakui bahwa penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan.

Peserta mengetahui metode yang mereka gunakan sehingga tidak memungkinkan dilakukan penyamaran (blinding) secara penuh. Selain itu, model gingivitis yang digunakan hanya menggambarkan peradangan jangka pendek dan belum tentu mencerminkan kondisi kesehatan mulut dalam jangka panjang.

Penelitian selanjutnya dengan durasi lebih panjang diperlukan untuk mengetahui manfaat penggunaan AirFloss dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa AirFloss Ultra yang diisi larutan essential oil dan benang gigi konvensional memiliki efektivitas yang setara dalam menjaga kesehatan gusi ketika digunakan sebagai pelengkap menyikat gigi.

Kedua metode sama-sama mampu mengurangi perdarahan gusi, plak, dan tanda-tanda peradangan tanpa menimbulkan perbedaan keamanan yang berarti.

Meskipun AirFloss tidak terbukti lebih unggul dibandingkan benang gigi, alat ini dapat menjadi alternatif yang praktis bagi mereka yang kesulitan atau tidak nyaman menggunakan flossing konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa metode pembersihan sela gigi terbaik adalah metode yang dapat digunakan secara rutin dan konsisten oleh penggunanya.

Referensi 

Thomassen TMJA, Slot DE, Elkerbout TA, van der Sluijs E, Van der Weijden FA. Efficacy and Safety of AirFloss Ultra With Essential Oils Versus Waxed Dental Floss as Adjunct to Toothbrushing: A Randomised Controlled Clinical Trial. International Journal of Dental Hygiene. 2026;24:3–15.

DOI: 10.1111/idh.70010

Carigi Indonesia June 3, 2026
Share this post
Tags
Archive
Peran Vitamin B12 Karies Gigi