Dosis Antibiotik Pasien Osteoporosis

Bisakah Satu Dosis Antibiotik Sebelum Cabut Gigi Sudah Cukup? Studi Baru Beri Kabar Baik bagi Pasien Osteoporosis
Mengurangi Antibiotik Tanpa Mengorbankan Keamanan Pasien
Antibiotik sering diberikan kepada pasien osteoporosis yang menjalani pencabutan gigi, terutama bagi mereka yang mengonsumsi obat golongan bisfosfonat. Tujuannya adalah mencegah terjadinya komplikasi serius yang dikenal sebagai Medication-Related Osteonecrosis of the Jaw (MRONJ), yaitu kondisi ketika tulang rahang gagal sembuh dengan baik dan menjadi terbuka setelah tindakan dental.
Namun, di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap resistensi antibiotik, para peneliti mulai mempertanyakan apakah penggunaan antibiotik selama beberapa hari setelah pencabutan gigi benar-benar diperlukan. Mungkinkah satu dosis antibiotik sebelum tindakan sudah cukup memberikan perlindungan?
Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Bone and Mineral Metabolism mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa pada banyak pasien yang menggunakan bisfosfonat dosis rendah, pemberian satu dosis amoksisilin sebelum pencabutan gigi memberikan hasil yang sebanding dengan regimen antibiotik yang lebih lama.
Mengenal Risiko Osteonekrosis Rahang Akibat Obat
Bisfosfonat merupakan kelompok obat yang banyak digunakan untuk mengatasi osteoporosis. Obat ini bekerja dengan memperlambat proses pengeroposan tulang sehingga dapat menurunkan risiko patah tulang.
Meskipun manfaatnya besar, penggunaan bisfosfonat dalam jangka panjang dapat dikaitkan dengan risiko MRONJ, meskipun kasusnya tergolong jarang. Risiko ini menjadi perhatian khusus ketika pasien menjalani prosedur invasif di rongga mulut, seperti pencabutan gigi.
Karena alasan tersebut, banyak dokter gigi dan dokter bedah mulut memberikan antibiotik sebelum maupun sesudah tindakan. Namun hingga kini belum ada kesepakatan yang benar-benar pasti mengenai berapa lama antibiotik sebaiknya diberikan.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini melibatkan 160 pasien yang menjalani total 317 pencabutan gigi di empat rumah sakit di Jepang. Seluruh pasien sedang mengonsumsi bisfosfonat dosis rendah untuk pengobatan osteoporosis.
Peneliti membandingkan dua pendekatan pemberian antibiotik:
Kelompok Pertama (2019–2021)
Pasien menerima:
Amoksisilin 500 mg satu jam sebelum pencabutan.
Antibiotik tambahan selama dua hari setelah pencabutan.
Kelompok Kedua (2022–2024)
Pasien hanya menerima:
Amoksisilin 500 mg satu jam sebelum pencabutan.
Tidak ada antibiotik tambahan setelah tindakan.