Deteksi Penyakit Sistemik Lewat Manifestasi Oral

Mulut Sebagai "Jendela Tubuh": Seberapa Jauh Mahasiswa Kedokteran Gigi Mengenali Tanda Penyakit Sistemik di Rongga Mulut?
Banyak penyakit yang sebenarnya berasal dari organ dalam tubuh—mulai dari gangguan pencernaan, infeksi virus, hingga kelainan darah—ternyata bisa memberikan "sinyal" lebih dulu di dalam mulut, jauh sebelum penyakit itu terdiagnosis secara resmi. Sariawan yang tak kunjung sembuh, gusi yang mudah berdarah, atau bercak putih di pipi bagian dalam, bisa jadi bukan sekadar masalah gigi biasa, melainkan tanda awal penyakit yang lebih serius di tubuh.
Pertanyaannya: seberapa siap calon dokter gigi mengenali tanda-tanda ini? Sebuah penelitian dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Damaskus, Suriah, mencoba menjawabnya dengan mensurvei ratusan mahasiswa kedokteran gigi dan dokter gigi yang baru lulus. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Medicine pada tahun 2026.
Mengapa Ini Penting?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa ada sekitar 200 manifestasi oral (tanda-tanda yang muncul di rongga mulut) yang berkaitan dengan berbagai penyakit sistemik. Bahkan, diperkirakan lebih dari 90% penyakit sistemik pertama kali terdeteksi lewat pemeriksaan mulut. Karena itu, mulut sering disebut sebagai "cermin" atau "jendela" kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Peran dokter gigi masa kini pun sudah bergeser—bukan hanya menangani gigi berlubang atau gusi bermasalah, tapi juga ikut berperan dalam skrining awal berbagai penyakit, termasuk kanker mulut dan penyakit sistemik yang bermanifestasi di rongga mulut. Sayangnya, penelitian mengenai seberapa siap mahasiswa kedokteran gigi mengenali tanda-tanda ini masih sangat terbatas, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Peneliti menyebarkan kuesioner secara daring dan luring kepada 244 responden di Universitas Damaskus, terdiri dari mahasiswa kedokteran gigi tingkat klinik (semester akhir) dan dokter gigi yang baru menyelesaikan masa magang (internship). Kuesioner ini dirancang oleh tim ahli kedokteran gigi dan telah melalui uji coba awal (pilot study) untuk memastikan pertanyaannya jelas dan mudah dipahami.
Kuesioner terbagi menjadi beberapa bagian utama, menguji pengetahuan responden tentang tanda-tanda oral dari:
Penyakit saluran cerna, seperti penyakit radang usus (inflammatory bowel disease) dan penyakit Crohn.
Infeksi virus, meliputi human papillomavirus (HPV), virus Epstein-Barr (EBV), hepatitis B dan C, serta COVID-19.
Kelainan darah (hematologi), seperti keganasan darah, leukemia, dan anemia akibat kekurangan zat besi, vitamin B6, atau vitamin B12.