Skip to Content

Dampak Rokok terhadap Periodontitis & Kesehatan Gusi

March 1, 2026 by
Carigi Indonesia

Dampak Rokok terhadap Periodontitis & Kesehatan Gusi 

Efek buruk merokok terhadap kesehatan gusi dan periodontitis secara seluler

Faktor Risiko Lama, Jawaban Baru

Merokok sudah lama dikenal sebagai salah satu faktor risiko terkuat periodontitis. Perokok cenderung mengalami kerusakan jaringan penyangga gigi yang lebih berat, kehilangan tulang alveolar lebih cepat, dan respons terapi yang lebih buruk. Namun, selama ini mekanisme biologis yang mendasarinya belum sepenuhnya dipahami.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di International Journal of Oral Science memberikan gambaran baru dengan teknologi mutakhir, yang memungkinkan peneliti melihat apa yang terjadi di tingkat sel sekaligus di mana sel-sel tersebut berada di dalam jaringan gusi manusia.

Mengapa Penelitian Ini Penting

Periodontitis bukan hanya disebabkan oleh bakteri, tetapi oleh interaksi kompleks antara sel epitel, fibroblas, sel imun, dan pembuluh darah. Merokok mengganggu keseimbangan ini. Sayangnya, banyak penelitian sebelumnya mempelajari sel secara terpisah tanpa mempertimbangkan konteks ruang (spasial) di dalam jaringan.

Studi ini mengatasi keterbatasan tersebut dengan membangun atlas spasial satu-sel jaringan gingiva, sehingga perubahan akibat rokok dapat dipahami secara lebih utuh.

Apa yang Dilakukan Peneliti

Peneliti menganalisis jaringan gingiva dari tiga kelompok:

  • Individu sehat

  • Pasien periodontitis

  • Pasien periodontitis terkait rokok

Dengan menggunakan spatial transcriptomics resolusi tinggi (Visium HD) pada jaringan FFPE, mereka memetakan aktivitas gen ratusan ribu sel sambil mempertahankan posisi aslinya di dalam jaringan.

Sel-sel kemudian dikelompokkan menjadi sel epitel, fibroblas, sel endotel, dan sel imun, lalu dibandingkan antara perokok dan non-perokok.

Temuan Utama: Apa yang Dilakukan Rokok pada Gusi

1. Pertahanan Epitel Melemah

Sel epitel gingiva—lapisan pelindung pertama terhadap bakteri—mengalami perubahan besar pada perokok. Ekspresi gen yang berkaitan dengan struktur keratin, stres oksidatif, dan respons imun menjadi tidak seimbang.

Akibatnya, barier epitel menjadi lebih rapuh, sehingga bakteri dan sinyal inflamasi lebih mudah menembus jaringan.

2. Fibroblas Berubah Menjadi “Pro-Inflamasi”

Fibroblas yang normalnya berperan dalam pemeliharaan dan penyembuhan jaringan, pada perokok berubah arah. Subpopulasi tertentu meningkat dan menunjukkan tanda:

  • Peradangan kronis

  • Gangguan penyembuhan luka

  • Penuaan sel

Fibroblas ini juga mengirim sinyal abnormal ke sel epitel, mendorong pertumbuhan yang tidak terkontrol dan memperburuk kerusakan jaringan.

3. Sistem Imun Menjadi Tidak Terkendali

Merokok mengubah komposisi dan perilaku sel imun di jaringan gusi. Penelitian ini menemukan:

  • Peningkatan jumlah sel plasma dan makrofag

  • Aktivasi jalur inflamasi yang kuat

Alih-alih melindungi jaringan, makrofag pada perokok cenderung bersifat lebih agresif dan mempercepat kerusakan jaringan periodontal.

4. Pembuluh Darah Ikut Memperparah Peradangan

Temuan paling menarik adalah peran sel endotel (lapisan pembuluh darah). Pada periodontitis terkait rokok, sel-sel ini:

  • Menunjukkan tanda stres, kerusakan DNA, dan peradangan

  • Berada sangat dekat dengan makrofag

Sel endotel menghasilkan molekul sinyal CXCL12 dalam jumlah tinggi. Sinyal ini “mengarahkan” makrofag di sekitarnya menjadi lebih pro-inflamasi, menciptakan lingkaran peradangan yang mempercepat kerusakan tulang alveolar.

Apakah Jalur Ini Bisa Ditargetkan?

Peneliti kemudian menguji apakah sinyal CXCL12 ini bisa ditekan. Dalam model hewan, penghambatan CXCL12 secara spesifik pada sel endotel menghasilkan:

  • Perubahan makrofag ke arah anti-inflamasi

  • Penurunan peradangan jaringan

  • Berkurangnya resorpsi tulang alveolar

Hasil ini menunjukkan bahwa menargetkan komunikasi antar sel, bukan hanya bakteri atau inflamasi secara umum, berpotensi menjadi strategi terapi masa depan.

Makna Lebih Luas

Penelitian ini memperlihatkan bahwa merokok tidak sekadar “mengiritasi” gusi, tetapi memprogram ulang seluruh ekosistem jaringan periodontal. Dari epitel, fibroblas, sel imun, hingga pembuluh darah—semuanya terdampak dan saling memperkuat proses penyakit.

Selain itu, studi ini menegaskan nilai besar teknologi spatial transcriptomics dalam mengungkap mekanisme penyakit yang sebelumnya tersembunyi.

Kesimpulan

Periodontitis pada perokok merupakan hasil gangguan komunikasi kompleks antar berbagai jenis sel di jaringan gusi. Sinyal CXCL12 dari sel endotel muncul sebagai penggerak utama peradangan kronis dan kerusakan tulang. Menargetkan jalur ini berpotensi membuka arah baru terapi periodontitis yang lebih presisi, khususnya pada pasien perokok.

Referensi Artikel Asli

Zhang Y, Shen Z, Yang J, Ren J, Zhang C, Tan L, Gao L, Zhao C.

Single-cell spatial atlas of smoking-induced changes in human gingival tissues.

International Journal of Oral Science. 2025;17:60.

DOI: https://doi.org/10.1038/s41368-025-00385-5

Carigi Indonesia March 1, 2026
Share this post
Tags
Archive
Pencabutan Gigi & Pengaruhnya terhadap Gummy Smile