Skip to Content

Dampak Rokok pada Tambalan Gigi

April 13, 2026 by
Carigi Indonesia

Dampak Rokok pada Tambalan Gigi

Dampak Rokok pada Tambalan Gigi

Dampak Merokok pada Tambalan Gigi: Mesin Baru Ungkap Kerusakan yang Selama Ini Tersembunyi

Bukan Hanya Gigi, Tambalan Juga Bisa Rusak

Merokok sudah lama diketahui merusak kesehatan gigi dan mulut. Namun, dampaknya tidak hanya pada gigi asli, tetapi juga pada tambalan gigi (resin komposit) yang sering digunakan dalam perawatan restoratif.

Material ini populer karena warnanya menyerupai gigi alami dan memiliki nilai estetika tinggi. Namun, paparan asap rokok dapat menurunkan kualitas tampilan dan daya tahannya seiring waktu.

Sebuah penelitian terbaru mencoba menjawab hal ini dengan pendekatan yang lebih realistis, yaitu menggunakan mesin simulasi merokok yang dirancang khusus.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini mengevaluasi bagaimana asap rokok memengaruhi perubahan warna pada bahan tambalan gigi.

Metode yang digunakan:

  • Dua jenis resin komposit nanohybrid diuji

  • Dibagi menjadi tiga kelompok:

    • Paparan rokok elektrik

    • Paparan rokok konvensional

    • Kelompok kontrol (tanpa paparan)

Sampel diuji selama 60 hari, yang disimulasikan setara dengan 6 bulan kebiasaan perokok berat.

Perubahan warna diukur menggunakan alat spektrofotometer dengan parameter ΔE.

Simulasi yang Lebih Mendekati Kondisi Nyata

Keunggulan utama penelitian ini adalah penggunaan mesin simulasi merokok khusus.

Berdasarkan diagram sistem pada halaman 4, mesin ini memiliki:

  • Sistem masuknya asap dan udara

  • Ruang paparan dengan distribusi asap yang merata

  • Saliva buatan dengan kontrol suhu (±37°C)

  • Sensor tekanan, aliran, dan suhu

Pada diagram siklus di halaman 7, terlihat bahwa mesin meniru pola merokok nyata:

  • 2 detik inhalasi asap

  • 2 detik masuknya udara

  • Penyemprotan saliva buatan

  • Siklus berulang setiap 30 detik

Desain ini memungkinkan paparan yang konsisten dan terkontrol, sehingga hasil penelitian lebih akurat dibanding metode sebelumnya.

Hasil Utama Penelitian

1. Merokok Menyebabkan Perubahan Warna yang Signifikan

Baik rokok konvensional maupun rokok elektrik terbukti menyebabkan perubahan warna pada bahan tambalan.

  • Semua kelompok yang terpapar asap menunjukkan perubahan warna yang tidak dapat diterima secara klinis

  • Kelompok kontrol tetap dalam batas normal

Ini menunjukkan bahwa merokok secara langsung memengaruhi estetika tambalan gigi.

2. Rokok Konvensional Lebih Merusak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

  • Rokok konvensional menyebabkan perubahan warna paling besar

  • Rokok elektrik juga menyebabkan perubahan, tetapi lebih ringan

Pada grafik di halaman 8, terlihat bahwa perubahan warna tertinggi terjadi pada kelompok rokok konvensional, diikuti rokok elektrik, dan paling rendah pada kontrol.

Hal ini disebabkan oleh:

  • Kandungan tar yang tinggi

  • Produk pembakaran

  • Partikel berwarna yang mudah menempel

3. Jenis Material Sangat Berpengaruh

Penelitian membandingkan dua jenis bahan:

  • Neo Spectra (NS)

  • Charisma Diamond (CD)

Hasilnya:

  • NS mengalami perubahan warna lebih besar dibanding CD pada semua kondisi

Ini menunjukkan bahwa komposisi material sangat menentukan ketahanan terhadap noda.

Faktor yang memengaruhi antara lain:

  • Jenis resin matrix

  • Kandungan filler

  • Kemampuan menyerap air

Mengapa Asap Rokok Menyebabkan Noda?

Beberapa mekanisme utama:

  • Partikel pigmen (terutama tar) menempel pada permukaan material

  • Panas dari pembakaran mengubah struktur bahan

  • Penyerapan air meningkat sehingga memudahkan pewarnaan

  • Interaksi kimia dengan komponen resin

Rokok konvensional memiliki efek lebih kuat karena proses pembakaran menghasilkan zat pewarna yang lebih kompleks.

Makna Klinis

Penelitian ini menegaskan bahwa:

Tambalan gigi juga dipengaruhi oleh gaya hidup pasien.

Meskipun menggunakan bahan berkualitas tinggi:

  • Warna tambalan tetap bisa berubah

  • Estetika menurun

  • Umur tambalan bisa lebih pendek

Implikasi untuk Praktik

Pemilihan Material

Dokter gigi perlu mempertimbangkan bahan yang lebih tahan terhadap noda, terutama pada pasien perokok.

Edukasi Pasien

Pasien perlu diberi pemahaman bahwa merokok tidak hanya merusak gigi, tetapi juga tambalan.

Pencegahan

Mengurangi atau berhenti merokok dapat membantu mempertahankan estetika restorasi.

Kesimpulan

Merokok, baik konvensional maupun elektrik, terbukti menyebabkan perubahan warna signifikan pada bahan tambalan gigi.

Rokok konvensional memberikan dampak yang lebih besar dibanding rokok elektrik, dan setiap material memiliki tingkat ketahanan yang berbeda.

Mesin simulasi yang dikembangkan dalam penelitian ini memberikan metode yang lebih akurat untuk menilai efek merokok, serta dapat membantu dalam pengembangan material yang lebih tahan terhadap paparan asap.

Referensi

Hmood AN, Ebaya MMA, El-Embaby AES.

Development of a smoking simulation machine to evaluate the effects of smoking on the color change of dental restorative materials.

Scientific Reports. 2025;15:14840.

DOI: https://doi.org/10.1038/s41598-025-96898-4

Carigi Indonesia April 13, 2026
Share this post
Tags
Archive
Risiko Anestesi Gigi Anak Autisme