Bleaching Gigi dengan Laser atau LED, Mana yang Lebih Ramah terhadap Enamel?
Studi terbaru membandingkan berbagai metode aktivasi bleaching dan menemukan bahwa LED memberikan perubahan kekasaran enamel lebih besar dibandingkan beberapa metode laser.
Bleaching gigi menjadi salah satu prosedur estetika yang banyak dilakukan untuk mendapatkan senyum lebih cerah. Namun, selain hasil pemutihan, kondisi permukaan enamel setelah bleaching juga perlu diperhatikan. Permukaan enamel yang semakin kasar dapat berpotensi mempermudah penempelan plak dan pewarna.
Sebuah penelitian dalam Lasers in Medical Science membandingkan efek bleaching konvensional tanpa cahaya dengan bleaching yang diaktivasi menggunakan LED, laser KTP, diode, Nd:YAG, dan CO₂. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan 60 gigi anterior manusia yang telah diekstraksi. Kekasaran permukaan enamel diukur sebelum dan setelah bleaching.
LED Menunjukkan Perubahan Kekasaran Lebih Besar
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bleaching dengan LED menyebabkan perubahan kekasaran enamel yang secara signifikan lebih besar dibandingkan bleaching konvensional.
Sementara itu, kelompok yang menggunakan laser KTP, diode, Nd:YAG, dan CO₂ tidak menunjukkan perbedaan bermakna dibandingkan metode konvensional. Pada bagian tengah enamel, perubahan kekasaran pada kelompok LED juga secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok KTP.
Di antara berbagai laser yang diuji, KTP menunjukkan perubahan permukaan yang relatif rendah. Namun, hasil tersebut tetap perlu dipahami dalam konteks penelitian laboratorium dan belum dapat langsung dianggap sebagai metode terbaik untuk bleaching klinis.
Apa Artinya bagi Bleaching Gigi?
Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan sumber cahaya dalam prosedur bleaching dapat memengaruhi kondisi permukaan enamel. Laser yang digunakan dalam penelitian secara umum mampu mempertahankan kekasaran enamel pada tingkat yang sebanding dengan bleaching konvensional.
Namun, penelitian ini dilakukan pada gigi yang telah diekstraksi sehingga belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di dalam rongga mulut. Peneliti merekomendasikan penelitian klinis dengan sampel lebih besar untuk memastikan efek jangka panjang berbagai metode aktivasi bleaching.
Kesimpulan
Bleaching tidak hanya perlu dinilai dari seberapa putih gigi yang dihasilkan, tetapi juga dari dampaknya terhadap permukaan enamel. Dalam penelitian ini, LED menghasilkan perubahan kekasaran enamel yang lebih besar, sedangkan berbagai laser yang diuji tidak menunjukkan peningkatan kekasaran yang signifikan dibandingkan bleaching konvensional.
Temuan ini memberikan gambaran bahwa teknologi laser berpotensi menjadi alternatif untuk membantu proses bleaching dengan tetap mempertahankan karakteristik permukaan enamel, meskipun masih diperlukan penelitian klinis lebih lanjut.
Referensi
Azimi N, Sanaee B, Seifi H, et al. Comparison of tooth surface roughness after bleaching with conventional and different light-activated methods. Lasers in Medical Science. 2026;41:188. DOI: 10.1007/s10103-026-04981-7