Skip to Content

Bisakah Varnish Fluoride Mencegah Karies Akar Gigi?

February 11, 2026 by
Carigi Indonesia

karies gigi

Bisakah Varnish Fluoride Mencegah Karies Akar Gigi?

Studi Laboratorium Menunjukkan Bahan Paling Efektif untuk Melindungi Permukaan Akar Gigi

Mengapa Karies Akar Gigi Perlu Diperhatikan?

Seiring bertambahnya usia harapan hidup dan meningkatnya jumlah lansia yang masih mempertahankan gigi asli, karies akar gigi menjadi masalah kesehatan gigi yang semakin sering dijumpai. Berbeda dengan karies email, karies akar terjadi pada dentin dan sementum—jaringan gigi yang lebih lunak dan lebih mudah rusak oleh asam.

Perawatan karies akar juga tidak selalu mudah. Penambalan sering menghadapi kendala daya lekat pada dentin dan lokasi lesi yang dekat dengan gusi. Karena itu, pendekatan non-invasif, seperti penggunaan varnish fluoride, menjadi strategi penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut sejak dini.

Apa Tujuan Penelitian Ini?

Varnish fluoride telah lama digunakan untuk pencegahan karies. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai produk dikembangkan dengan tambahan bahan remineralisasi, seperti kalsium, fosfat, dan xylitol, yang diharapkan dapat meningkatkan perlindungan gigi.

Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada email gigi, bukan permukaan akar. Efektivitas varnish-varnish ini terhadap karies akar masih belum banyak diteliti.

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penting:

Apakah berbagai jenis varnish fluoride memiliki efektivitas yang berbeda dalam mencegah demineralisasi dan pembentukan biofilm pada karies akar gigi?

Bagaimana Penelitian Dilakukan?

Penelitian ini dilakukan secara in vitro (di laboratorium) menggunakan dentin akar gigi sapi sebagai model yang umum dipakai untuk menyerupai jaringan gigi manusia.

Para peneliti membuat lesi karies akar buatan, lalu membaginya ke dalam enam kelompok perlakuan:

  1. Tanpa perlakuan (kontrol)

  2. Varnish sodium fluoride (NaF) 5%

  3. NaF + CPP-ACP (kompleks kalsium–fosfat berbasis protein susu)

  4. NaF + tricalcium phosphate (TCP)

  5. NaF + xylitol-coated calcium phosphate (CXP)

  6. Silver diamine fluoride dengan potassium iodide (SDF/KI)

Untuk meniru kondisi mulut sehari-hari, sampel dipaparkan pada siklus asam berulang (pH cycling). Setelah itu, peneliti mengevaluasi:

  • Tingkat demineralisasi dan remineralisasi dentin

  • Perubahan struktur kimia jaringan gigi

  • Pembentukan biofilm bakteri (Streptococcus mutans dan Lactobacillus casei)

Apa Hasil Utama Penelitian?

1. Semua Varnish Fluoride Memberikan Efek Protektif

Dibandingkan kelompok tanpa perlakuan, seluruh varnish fluoride mampu mengurangi demineralisasi pada permukaan akar gigi.

2. SDF/KI Paling Efektif Menahan Kerusakan Mineral

Kelompok yang diberi silver diamine fluoride dengan potassium iodide (SDF/KI) menunjukkan perlindungan paling kuat terhadap kehilangan mineral. Hasil ini menegaskan potensi SDF/KI sebagai pilihan efektif untuk pasien dengan risiko tinggi karies akar.

3. Tambahan Kalsium dan Xylitol Tidak Memberi Keunggulan Tambahan

Menariknya, varnish dengan tambahan CPP-ACP, TCP, atau CXP tidak menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan NaF 5% standar. Dalam kondisi paparan asam yang sering, sodium fluoride saja sudah memberikan perlindungan yang setara.

4. Pembentukan Biofilm Berkurang, Terutama dengan NaF

Semua varnish mengurangi pembentukan biofilm bakteri dibandingkan kontrol.

Di antara semua perlakuan, NaF 5% menunjukkan penurunan biomassa bakteri hidup paling besar, menandakan efek antibakteri yang kuat.

Apa Makna Temuan Ini?

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:

  • SDF/KI merupakan bahan paling efektif dalam menahan demineralisasi karies akar.

  • Varnish sodium fluoride konvensional tetap sangat efektif, baik dalam perlindungan jaringan gigi maupun pengendalian biofilm.

  • Penambahan bahan remineralisasi tertentu tidak selalu meningkatkan efektivitas pada permukaan akar gigi.

Namun demikian, peneliti juga menekankan bahwa produk berbasis perak dapat menyebabkan perubahan warna gigi, meskipun potassium iodide digunakan untuk menguranginya.

Kesimpulan

Dalam kondisi laboratorium yang mensimulasikan serangan asam berulang, varnish fluoride terbukti bermanfaat dalam mencegah progresi karies akar gigi.

SDF/KI memberikan perlindungan paling kuat, sementara sodium fluoride 5% tetap menjadi pilihan yang andal dan praktis untuk pencegahan sehari-hari.

Pemilihan bahan sebaiknya mempertimbangkan tingkat risiko karies, aspek estetik, dan kebutuhan pasien, serta didukung oleh penelitian klinis lanjutan.

Informasi Artikel Asli

Judul: In vitro evaluation of the effects of various remineralization agents on root caries

Penulis: Merve Sahin, Dina Erdilek, Nursen Topcuoglu

Jurnal: BMC Oral Health (2026)

DOI: https://doi.org/10.1186/s12903-025-07498-7


Carigi Indonesia February 11, 2026
Share this post
Tags
Archive
Infeksi Aliran Darah pada Anak: Pelajaran Penting dari Rumah Sakit Rujukan di Indonesia