Behel pada Gigi Root Canal & Risiko Tulang

Apakah Behel Mempengaruhi Gigi yang Sudah Di-Root Canal? Ini Temuan Penelitian Terbaru
Hubungan Antara Perawatan Ortodonti dan Endodonti
Perawatan ortodonti (behel) bertujuan merapikan susunan gigi dan memperbaiki fungsi kunyah. Namun, bagaimana jika gigi yang digerakkan sudah pernah menjalani perawatan saluran akar (root canal)?
Secara teori, perawatan saluran akar bertujuan menghilangkan infeksi dan membantu penyembuhan jaringan di sekitar ujung akar gigi (periapikal). Proses ini biasanya diikuti dengan regenerasi tulang dan berkurangnya peradangan.
Di sisi lain, pergerakan gigi selama ortodonti justru memicu remodeling tulang (pembentukan dan resorpsi tulang) yang melibatkan respon inflamasi. Inilah yang menimbulkan pertanyaan: apakah kedua proses ini saling mengganggu atau justru tetap aman dilakukan bersamaan?
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini melibatkan 100 pasien yang:
Telah menjalani perawatan saluran akar
Menjalani perawatan ortodonti dengan alat cekat (behel)
Peneliti menggunakan CBCT (Cone-Beam Computed Tomography), yaitu teknologi pencitraan 3D yang lebih akurat dibandingkan rontgen biasa, untuk mengevaluasi:
Ukuran lesi periapikal (infeksi di ujung akar)
Perubahan dimensi tulang alveolar (tulang penyangga gigi)
Ketebalan tulang dari berbagai arah
Perbandingan dilakukan antara kondisi sebelum dan setelah ortodonti, dengan jarak waktu minimal 1 tahun.
Hasil Penelitian: Tidak Sesederhana yang Dibayangkan
1. Lesi Periapikal: Ada Perbaikan, Tapi Tidak Signifikan
Hasil menunjukkan:
54,1% lesi mengalami pengecilan
45,9% justru membesar
Secara umum memang ada kecenderungan perbaikan, tetapi secara statistik tidak signifikan (P = 0,267).
Artinya, perawatan ortodonti tidak selalu menjamin lesi akan sembuh, meskipun pada banyak kasus terlihat membaik.
2. Tulang Alveolar: Mengalami Penurunan yang Signifikan
Berbeda dengan lesi, hasil pada tulang menunjukkan perubahan yang lebih jelas.
Dimensi tulang alveolar di sekitar gigi yang telah di-root canal mengalami penurunan signifikan pada semua arah:
Vertikal (superoinferior)
Lebar (buccolingual)
Panjang (mesiodistal)
Semua perubahan ini terbukti signifikan secara statistik (P = 0,001).
Data tabel pada halaman 3 menunjukkan penurunan yang konsisten di semua dimensi tulang.
Kenapa Hal Ini Bisa Terjadi?
Pergerakan gigi saat ortodonti bekerja melalui mekanisme alami tubuh, yaitu:
Resorpsi tulang (penghancuran tulang) di satu sisi
Pembentukan tulang di sisi lainnya
Namun, proses ini mirip dengan reaksi inflamasi yang juga terjadi pada lesi periapikal.
Akibatnya:
Lesi bisa membaik, tetap, atau memburuk
Tulang di sekitar gigi bisa mengalami penipisan sementara
Implikasi Klinis untuk Praktik Kedokteran Gigi
Beberapa poin penting dari penelitian ini:
Perawatan ortodonti relatif aman dilakukan pada gigi yang sudah dirawat saluran akar
Namun, terdapat risiko penurunan tulang di sekitar gigi
Evaluasi menggunakan CBCT sangat dianjurkan untuk pemantauan yang lebih akurat
Faktor seperti kualitas perawatan saluran akar dan kondisi awal gigi sangat memengaruhi hasil