Skip to Content

Behel pada Gigi Root Canal & Risiko Tulang

April 9, 2026 by
Carigi Indonesia

Behel pada Gigi Root Canal & Risiko Tulang

Behel pada Gigi Root Canal & Risiko Tulang

Apakah Behel Mempengaruhi Gigi yang Sudah Di-Root Canal? Ini Temuan Penelitian Terbaru

Hubungan Antara Perawatan Ortodonti dan Endodonti

Perawatan ortodonti (behel) bertujuan merapikan susunan gigi dan memperbaiki fungsi kunyah. Namun, bagaimana jika gigi yang digerakkan sudah pernah menjalani perawatan saluran akar (root canal)?

Secara teori, perawatan saluran akar bertujuan menghilangkan infeksi dan membantu penyembuhan jaringan di sekitar ujung akar gigi (periapikal). Proses ini biasanya diikuti dengan regenerasi tulang dan berkurangnya peradangan.

Di sisi lain, pergerakan gigi selama ortodonti justru memicu remodeling tulang (pembentukan dan resorpsi tulang) yang melibatkan respon inflamasi. Inilah yang menimbulkan pertanyaan: apakah kedua proses ini saling mengganggu atau justru tetap aman dilakukan bersamaan?

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini melibatkan 100 pasien yang:

  • Telah menjalani perawatan saluran akar

  • Menjalani perawatan ortodonti dengan alat cekat (behel)

Peneliti menggunakan CBCT (Cone-Beam Computed Tomography), yaitu teknologi pencitraan 3D yang lebih akurat dibandingkan rontgen biasa, untuk mengevaluasi:

  • Ukuran lesi periapikal (infeksi di ujung akar)

  • Perubahan dimensi tulang alveolar (tulang penyangga gigi)

  • Ketebalan tulang dari berbagai arah

Perbandingan dilakukan antara kondisi sebelum dan setelah ortodonti, dengan jarak waktu minimal 1 tahun.

Hasil Penelitian: Tidak Sesederhana yang Dibayangkan

1. Lesi Periapikal: Ada Perbaikan, Tapi Tidak Signifikan

Hasil menunjukkan:

  • 54,1% lesi mengalami pengecilan

  • 45,9% justru membesar

Secara umum memang ada kecenderungan perbaikan, tetapi secara statistik tidak signifikan (P = 0,267).

Artinya, perawatan ortodonti tidak selalu menjamin lesi akan sembuh, meskipun pada banyak kasus terlihat membaik.

2. Tulang Alveolar: Mengalami Penurunan yang Signifikan

Berbeda dengan lesi, hasil pada tulang menunjukkan perubahan yang lebih jelas.

Dimensi tulang alveolar di sekitar gigi yang telah di-root canal mengalami penurunan signifikan pada semua arah:

  • Vertikal (superoinferior)

  • Lebar (buccolingual)

  • Panjang (mesiodistal)

Semua perubahan ini terbukti signifikan secara statistik (P = 0,001).

Data tabel pada halaman 3 menunjukkan penurunan yang konsisten di semua dimensi tulang.

Kenapa Hal Ini Bisa Terjadi?

Pergerakan gigi saat ortodonti bekerja melalui mekanisme alami tubuh, yaitu:

  • Resorpsi tulang (penghancuran tulang) di satu sisi

  • Pembentukan tulang di sisi lainnya

Namun, proses ini mirip dengan reaksi inflamasi yang juga terjadi pada lesi periapikal.

Akibatnya:

  • Lesi bisa membaik, tetap, atau memburuk

  • Tulang di sekitar gigi bisa mengalami penipisan sementara

Implikasi Klinis untuk Praktik Kedokteran Gigi

Beberapa poin penting dari penelitian ini:

  • Perawatan ortodonti relatif aman dilakukan pada gigi yang sudah dirawat saluran akar

  • Namun, terdapat risiko penurunan tulang di sekitar gigi

  • Evaluasi menggunakan CBCT sangat dianjurkan untuk pemantauan yang lebih akurat

  • Faktor seperti kualitas perawatan saluran akar dan kondisi awal gigi sangat memengaruhi hasil

Kesimpulan

Perawatan ortodonti dapat memengaruhi jaringan di sekitar gigi yang telah dirawat saluran akar dengan cara yang kompleks.

Meskipun lesi periapikal cenderung mengecil, perubahan tersebut tidak selalu signifikan. Sebaliknya, tulang alveolar justru mengalami penurunan yang signifikan selama perawatan ortodonti.

Hal ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara dokter gigi umum, endodontis, dan ortodontis untuk memastikan hasil perawatan yang optimal dan aman.

Referensi

Sahoo SN, Bejoy PU, Singh YK, et al.

Assessment of endodontically treated teeth's periapical bone loss using CBCT before and after orthodontic treatment.

Bioinformation. 2025;21(9):3292–3295.

DOI: 10.6026/973206300213292


Carigi Indonesia April 9, 2026
Share this post
Tags
Archive
Pasta Gigi Enzim & Protein: Efektifkah?