Skip to Content

Behel pada Gigi Riwayat Periodontitis

March 13, 2026 by
Carigi Indonesia

Behel pada Gigi Riwayat Periodontitis

Behel pada Gigi Riwayat Periodontitis

Amankah Perawatan Ortodonti pada Gigi dengan Riwayat Periodontitis?

Studi Eksperimental Mengungkap Respons Jaringan Penyangga Gigi terhadap Pergerakan Ortodonti

Perawatan ortodonti seperti behel atau aligner kini tidak lagi identik dengan remaja. Semakin banyak orang dewasa yang menjalani perawatan ini untuk memperbaiki susunan gigi, meningkatkan fungsi kunyah, sekaligus memperbaiki estetika senyum.

Namun pada kelompok pasien dewasa, dokter gigi sering menghadapi satu tantangan: banyak pasien memiliki riwayat penyakit periodontal (periodontitis). Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting dalam praktik klinis:

Apakah aman menggerakkan gigi secara ortodonti pada pasien yang pernah mengalami periodontitis?

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Oral Health mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan meneliti bagaimana jaringan periodontal merespons pergerakan gigi ortodonti setelah mengalami periodontitis.

Periodontitis dan Tantangan dalam Perawatan Ortodonti

Periodontitis merupakan penyakit inflamasi kronis yang merusak jaringan penyangga gigi, termasuk ligamen periodontal dan tulang alveolar. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh interaksi antara bakteri plak dan respons imun tubuh.

Secara klinis, periodontitis dapat ditandai dengan:

  • kehilangan perlekatan jaringan penyangga gigi

  • pembentukan poket periodontal

  • resesi gingiva

  • mobilitas gigi

  • kehilangan tulang alveolar

Pada beberapa kasus, kerusakan jaringan ini dapat menyebabkan pergeseran posisi gigi secara patologis. Dalam situasi tersebut, perawatan ortodonti sering diperlukan untuk mengembalikan posisi gigi dan memperbaiki fungsi serta estetika.

Namun, pergerakan gigi ortodonti melibatkan proses remodeling tulang, yaitu proses biologis di mana tulang mengalami resorpsi dan pembentukan kembali. Proses ini diatur oleh beberapa molekul penting, terutama:

  • RANK (Receptor Activator of Nuclear Factor-κB)

  • RANKL (RANK Ligand)

  • OPG (Osteoprotegerin)

Ketiga molekul ini mengontrol aktivitas osteoklas, yaitu sel yang bertanggung jawab dalam proses resorpsi tulang.

Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan?

Penelitian ini menggunakan model hewan percobaan dengan 36 ekor tikus Wistar untuk mempelajari respons jaringan periodontal terhadap pergerakan gigi ortodonti.

Prosedur penelitian dilakukan dalam beberapa tahap:

1. Induksi periodontitis

Para peneliti terlebih dahulu menciptakan kondisi periodontitis dengan cara mengikat ligatur pada molar kedua rahang atas tikus selama 14 hari. Metode ini menyebabkan inflamasi dan kehilangan tulang yang menyerupai periodontitis pada manusia.

2. Pemasangan alat ortodonti

Setelah ligatur dilepas, alat ortodonti dipasang untuk memberikan gaya ortodonti kontinu sebesar 10 cN guna menggerakkan gigi.

3. Periode pengamatan

Respons jaringan diamati pada tiga waktu berbeda:

  • hari ke-1

  • hari ke-7

  • hari ke-14 setelah pemasangan alat ortodonti

4. Analisis jaringan

Peneliti kemudian mengevaluasi beberapa parameter penting, yaitu:

  • jumlah pergerakan gigi ortodonti

  • lebar ligamen periodontal (PDL)

  • ekspresi protein RANK, RANKL, dan OPG

Analisis ini dilakukan menggunakan pemeriksaan histologi dan imunohistokimia untuk memahami proses biologis yang terjadi selama pergerakan gigi.

Hasil Penelitian

1. Pergerakan gigi tidak berbeda secara signifikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pergerakan gigi ortodonti tidak berbeda secara signifikan antara gigi dengan riwayat periodontitis dan gigi sehat.

Artinya, riwayat periodontitis tidak menghambat proses pergerakan gigi ketika gaya ortodonti yang digunakan berada dalam batas biologis yang optimal.

2. Perubahan ligamen periodontal serupa pada kedua kelompok

Selama proses pergerakan gigi, ligamen periodontal menunjukkan pola perubahan yang khas:

  • Pada daerah tekanan, ligamen periodontal mengalami penyempitan

  • Pada daerah tarikan, ligamen periodontal mengalami pelebaran

Perubahan ini terjadi baik pada jaringan periodontal yang sebelumnya mengalami periodontitis maupun pada jaringan sehat.

3. Aktivitas remodeling tulang menunjukkan pola yang mirip

Peneliti juga menemukan bahwa ekspresi molekul yang mengatur remodeling tulang menunjukkan pola yang hampir sama pada kedua kondisi.

Beberapa temuan penting meliputi:

  • Ekspresi RANK dan RANKL meningkat seiring waktu, menandakan aktivitas resorpsi tulang selama pergerakan gigi

  • Ekspresi OPG meningkat pada tahap akhir, yang berperan menghambat aktivitas osteoklas dan menyeimbangkan proses remodeling tulang

Perbedaan signifikan hanya ditemukan pada hari ke-14, di mana kadar OPG sedikit lebih tinggi pada jaringan periodontal sehat.

Implikasi bagi Praktik Klinis

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan ortodonti dapat dilakukan secara relatif aman pada gigi dengan riwayat periodontitis, selama kondisi inflamasi telah terkontrol.

Dalam praktik klinis, hal ini berarti:

  • pasien harus menjalani perawatan periodontal terlebih dahulu

  • inflamasi dan infeksi harus dikendalikan sebelum ortodonti dimulai

  • gaya ortodonti yang digunakan harus optimal dan tidak berlebihan

Pendekatan ini sejalan dengan konsep perawatan interdisipliner ortodonti–periodonti, yang semakin penting dalam menangani pasien dewasa.

Keterbatasan Penelitian

Para peneliti juga menyebutkan beberapa keterbatasan studi ini, antara lain:

  • penelitian menggunakan model hewan, sehingga tidak sepenuhnya merepresentasikan kondisi manusia

  • periode pengamatan relatif singkat, hanya 14 hari

  • penelitian hanya menggunakan satu besar gaya ortodonti

Oleh karena itu, penelitian klinis pada manusia masih diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang perawatan ortodonti pada pasien dengan riwayat periodontitis.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan periodontal yang pernah mengalami periodontitis dapat merespons pergerakan gigi ortodonti dengan pola biologis yang serupa dengan jaringan sehat, selama inflamasi telah terkontrol.

Temuan ini memberikan bukti awal bahwa perawatan ortodonti dapat menjadi bagian dari pendekatan rehabilitasi pada pasien dengan riwayat penyakit periodontal, selama dilakukan dengan perencanaan dan pengawasan yang tepat.

Referensi Artikel Asli

Feyizoglu BB, Aysesek BH, Kaya S, Baser U, Olgac V, Isik AG.

Effects of orthodontic tooth movement on periodontal tissues after ligature-induced periodontitis through the mechanism of RANKL-induced osteoclastogenesis: an animal study.

BMC Oral Health. 2025;25:1278.

DOI: https://doi.org/10.1186/s12903-025-06627-6


Carigi Indonesia March 13, 2026
Share this post
Tags
Archive
Fenomena Fainting Wisdom Tooth & Peran AI