Bagaimana Penyebaran Kuman di Udara Saat Scaling Gigi?

Bagaimana Penyebaran Kuman di Udara Saat Scaling Gigi?
Studi baru mengungkap pola aerosol di klinik gigi dan cara perlindungan paling efektif
Mengapa aerosol di klinik gigi menjadi perhatian?
Prosedur perawatan gigi, terutama scaling ultrasonik, diketahui menghasilkan aerosol — partikel sangat kecil yang dapat melayang di udara dan membawa mikroorganisme dari saliva atau darah.
Aerosol ini dapat mengandung bakteri, jamur, bahkan virus, sehingga berpotensi menimbulkan risiko infeksi silang bagi pasien maupun tenaga kesehatan. Karena partikel ini bisa bertahan lama di udara dan menyebar ke berbagai arah, memahami pola penyebarannya menjadi sangat penting untuk meningkatkan keselamatan di klinik gigi.
Apa tujuan penelitian ini?
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana aerosol mikroba tersebar selama prosedur scaling ultrasonik serta mengevaluasi efektivitas tiga metode perlindungan, yaitu:
High-volume evacuator (HVE) atau suction berdaya tinggi
Pemurnian udara dengan plasma
Ventilasi alami
Tujuannya adalah menemukan cara praktis untuk mengurangi kontaminasi aerosol di lingkungan klinik gigi.
Bagaimana penelitian dilakukan?
Penelitian dilakukan di ruang praktik gigi simulasi dengan kondisi terkontrol. Sebanyak 20 relawan sehat menjalani prosedur scaling ultrasonik selama 20 menit.
Sampel udara diambil pada beberapa jarak dari kepala pasien (0,5 m, 1,0 m, dan 1,5 m) serta pada berbagai waktu selama dan setelah prosedur.
Peneliti mengukur:
Konsentrasi partikel udara (PM1.0, PM2.5, PM10) secara real-time
Jumlah koloni mikroba melalui metode deposisi udara
Diagram tata letak ruang dan titik sampling pada halaman 2 menunjukkan bagaimana pengukuran dilakukan di berbagai posisi di sekitar kursi dental.
Temuan utama
Aerosol meningkat signifikan selama scaling
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partikel aerosol meningkat secara signifikan selama prosedur dan dapat menyebar hingga radius sekitar 1,5 meter dari pasien.
Jumlah mikroorganisme tertinggi terjadi di awal prosedur, lalu menurun seiring waktu, tetapi partikel dapat tetap berada di udara hingga dua jam setelah tindakan.
Pemurnian udara plasma paling efektif membersihkan udara
Dari semua metode yang diuji, pemurnian udara dengan plasma menunjukkan penurunan konsentrasi aerosol paling besar pada berbagai ukuran partikel.
Metode ini efektif menjaga kualitas udara tetap lebih bersih secara berkelanjutan selama prosedur.
Ventilasi membantu menurunkan aerosol dengan cepat
Ventilasi alami membantu mengurangi penyebaran mikroba di lingkungan secara umum, terutama pada tahap awal prosedur.
Namun, pola aliran udara dapat memengaruhi penyebaran partikel sehingga hasilnya bisa berbeda tergantung kondisi ruangan.
Suction berdaya tinggi efektif pada jarak dekat
High-volume evacuator mampu mengurangi kontaminasi di area dekat pasien dan tenaga medis.
Namun efektivitasnya menurun seiring bertambahnya jarak dari sumber aerosol, sehingga perlindungan utamanya bersifat lokal.
Apa arti temuan ini bagi praktik klinik?
Penelitian ini menegaskan bahwa scaling ultrasonik memang berpotensi menghasilkan kontaminasi aerosol selama dan setelah tindakan.
Setiap metode perlindungan memiliki keunggulan berbeda:
Plasma purifier untuk pembersihan udara berkelanjutan
Ventilasi untuk sirkulasi udara ruangan
HVE untuk perlindungan jarak dekat