
Apakah Antioksidan Alami Bisa Membantu Bracket Ortodonti Lebih Kuat Setelah Bleaching Gigi?
Menelusuri Potensi Ekstrak Quercus cerris dalam Proses Bonding Ortodonti
Bleaching gigi merupakan salah satu prosedur estetik paling populer saat ini. Namun, di balik manfaatnya dalam mencerahkan senyum, bleaching memiliki efek samping yang sering menjadi tantangan klinis: menurunnya kekuatan perlekatan bracket ortodonti jika dipasang segera setelah proses pemutihan.
Sebuah studi laboratorium yang dipublikasikan pada tahun 2025 di jurnal PeerJ menyoroti solusi yang menjanjikan, yaitu penggunaan antioksidan alami dari ekstrak Quercus cerris (oak Turki), dikombinasikan dengan bahan bonding yang melepaskan fluor.
Mengapa Bleaching Mengganggu Perlekatan Bracket?
Bahan bleaching seperti hidrogen peroksida bekerja dengan melepaskan radikal bebas oksigen untuk memecah molekul penyebab noda pada gigi. Sayangnya, sisa radikal bebas ini dapat tertahan di email gigi dan menghambat proses pengerasan bahan bonding, sehingga ikatan antara bracket dan permukaan gigi menjadi lebih lemah.
Dalam praktik sehari-hari, dokter gigi biasanya mengatasi masalah ini dengan:
menunda pemasangan bracket selama 1–2 minggu setelah bleaching, atau
mengaplikasikan antioksidan sintetis seperti sodium askorbat.
Namun, penundaan perawatan sering tidak diinginkan pasien, sementara penggunaan bahan sintetis mendorong pencarian alternatif yang lebih alami.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini dilakukan secara in vitro dengan tujuan mengevaluasi apakah antioksidan alami dapat membantu memulihkan kekuatan bonding bracket setelah bleaching.
Langkah-langkah utama penelitian meliputi:
Penggunaan 200 gigi manusia yang dibagi ke dalam beberapa kelompok.
Sebagian gigi tidak dibleaching, sementara kelompok lain dibleaching menggunakan 40% hidrogen peroksida.
Setelah bleaching, dilakukan beberapa perlakuan:
bonding segera,
bonding setelah penundaan 2 minggu,
aplikasi 10% sodium askorbat, atau
aplikasi 10% ekstrak Quercus cerris.
Dua jenis sistem bonding dibandingkan: bonding konvensional dan bonding dengan pelepasan fluor.
Kekuatan perlekatan diukur menggunakan uji shear bond strength, serta dianalisis lokasi kegagalan ikatan.
Hasil Utama Penelitian
1. Bleaching Menurunkan Kekuatan Bonding
Pemasangan bracket segera setelah bleaching menghasilkan kekuatan perlekatan terendah, menegaskan bahwa sisa radikal bebas benar-benar mengganggu proses bonding.
2. Penundaan Waktu Membantu, Tapi Tidak Ideal
Menunggu dua minggu sebelum bonding meningkatkan kekuatan ikatan, namun hasilnya masih belum sepenuhnya setara dengan gigi yang tidak dibleaching.
3. Antioksidan Efektif Memulihkan Ikatan
Baik sodium askorbat maupun ekstrak Quercus cerris terbukti meningkatkan kekuatan bonding secara signifikan dibandingkan bonding segera pasca-bleaching.
4. Ekstrak Quercus cerris Menunjukkan Potensi Nyata
Meskipun sodium askorbat memberikan hasil terbaik, ekstrak Quercus cerris tetap mencapai nilai kekuatan ikatan yang layak secara klinis, menunjukkan bahwa antioksidan alami dapat menjadi alternatif yang menjanjikan.
5. Material Bonding dengan Fluor Aman Digunakan
Penggunaan bahan bonding yang melepaskan fluor tidak menurunkan kekuatan ikatan bracket, baik pada gigi yang dibleaching maupun yang tidak.
Mengapa Quercus cerris Menarik?
Quercus cerris dikenal kaya akan senyawa fenolik dan tanin, yang memiliki aktivitas antioksidan kuat. Studi ini menunjukkan bahwa bahan alami yang selama ini banyak digunakan dalam pengobatan tradisional juga memiliki potensi aplikasi dalam kedokteran gigi modern, khususnya di bidang ortodonti.
Makna Klinis yang Lebih Luas
Penelitian ini mencerminkan tren yang semakin berkembang dalam kedokteran gigi: pemanfaatan bahan alami berbasis tanaman untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas perawatan. Jika dikembangkan lebih lanjut, antioksidan alami dapat membantu dokter gigi:
mengurangi waktu tunggu setelah bleaching,
tetap menjaga kekuatan perlekatan bracket, dan
menawarkan pendekatan yang lebih ramah biologis bagi pasien.