Skip to Content

Akurasi Cetak 3D Model Gigi & Faktornya

March 27, 2026 by
Carigi Indonesia

Akurasi Cetak 3D Model Gigi & Faktornya

Akurasi Cetak 3D Model Gigi & Faktornya

Apakah Pengaturan 3D Printing Mempengaruhi Akurasi Model Gigi?

Sebuah Studi Baru Mengeksplorasi Peran Teknologi, Orientasi, dan Ketebalan Cangkang

Teknologi digital berkembang pesat dalam kedokteran gigi modern. Mulai dari pemindai intraoral hingga desain dan manufaktur berbantuan komputer (CAD/CAM), kini klinisi dapat merancang dan memproduksi restorasi gigi dengan presisi tinggi. Salah satu teknologi yang semakin mendapat perhatian adalah 3D printing, khususnya untuk membuat model gigi dalam perawatan prostodonsia.

Model ini sangat penting dalam pembuatan prostesis gigi tetap seperti mahkota dan jembatan. Ketidakakuratan, meskipun kecil, dapat menyebabkan ketidaksesuaian restorasi, perlunya penyesuaian tambahan, atau menurunnya daya tahan jangka panjang. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang memengaruhi akurasi model cetak 3D menjadi sangat penting.

Variabel dalam 3D Printing Kedokteran Gigi

Dua teknologi utama yang digunakan adalah:

  • SLA (Stereolithography)

  • DLP (Digital Light Processing)

Keduanya menggunakan cahaya untuk mengeraskan resin, tetapi:

  • SLA menggunakan laser titik demi titik

  • DLP memproyeksikan satu lapisan sekaligus

Faktor lain yang juga diteliti:

  • Orientasi pencetakan (build orientation)

  • Ketebalan cangkang (shell thickness)

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan model digital lengkung rahang atas sebagai referensi, yang mencakup preparasi untuk mahkota dan jembatan.

Sebanyak 144 model cetak 3D dibuat dengan variasi:

  • Teknologi: SLA dan DLP

  • Orientasi: 0°, 10°, 20°

  • Ketebalan cangkang: 2 mm dan 4 mm

Setelah pencetakan dan pasca-proses, model dibandingkan dengan desain asli menggunakan analisis digital.

Parameter evaluasi:

  • Trueness (ketepatan)

  • Precision (presisi)

Hasil Penelitian

  • Deviasi: 73,9 µm – 194 µm

  • Semua masih dalam batas klinis (<200 µm)

Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada:

  • Teknologi (SLA vs DLP)

  • Orientasi (0°, 10°, 20°)

  • Ketebalan cangkang (2 mm vs 4 mm)

Perbedaan kecil yang muncul tidak memengaruhi akurasi keseluruhan.

Implikasi Klinis

Hasil ini menunjukkan bahwa:

  • Pemilihan teknologi dapat didasarkan pada:

    • Kecepatan

    • Biaya

    • Alur kerja

  • Variasi orientasi dan ketebalan cangkang relatif aman selama prosedur benar

Kesimpulan

Teknologi 3D printing modern terbukti andal dan akurat untuk pembuatan model gigi full-arch pada prostodonsia tetap. Variabel yang diteliti tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap akurasi klinis.

Referensi

García Gil I, Rodríguez Alonso V, Tobar Arribas C, Mosaddad SA, Peláez J, Suárez MJ.

Effect of 3D printing technology, build orientation, and shell thickness on the accuracy of full-arch dental models for fixed dental prostheses: an in vitro study.

Scientific Reports. 2025;15:40938.

DOI: https://doi.org/10.1038/s41598-025-24780-4

Carigi Indonesia March 27, 2026
Share this post
Tags
Archive
AI dalam Manajemen Karies Gigi