Akses Bedah Gigi Anak Autisme

Anak dengan Autisme dan Disabilitas Intelektual Lebih Jarang Mendapat Perawatan Gigi di Pusat Bedah Rawat Jalan
Studi di Amerika Serikat Ungkap Ketimpangan Akses Layanan Bedah Gigi Anak
Anak-anak dengan autisme dan disabilitas intelektual memiliki risiko lebih tinggi mengalami gigi berlubang dibandingkan anak pada umumnya. Namun, ketika mereka membutuhkan perawatan gigi yang kompleks dan harus menjalani tindakan dengan anestesi umum, akses terhadap layanan kesehatan yang tepat ternyata masih menjadi tantangan.
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of the American Dental Association (JADA) menemukan bahwa anak-anak dengan autisme maupun disabilitas intelektual lebih jarang mendapatkan perawatan di Ambulatory Surgery Centers (ASC) atau pusat bedah rawat jalan, dan lebih sering dirawat di Hospital Outpatient Departments (HOPD) atau unit rawat jalan rumah sakit.
Temuan ini memberikan gambaran penting mengenai kesenjangan akses layanan kesehatan gigi bagi anak berkebutuhan khusus.
Mengapa Anak Berkebutuhan Khusus Lebih Rentan Mengalami Masalah Gigi?
Banyak anak dengan autisme atau disabilitas intelektual mengalami hambatan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kesulitan menyikat gigi secara mandiri, sensitivitas sensorik terhadap sikat gigi atau pasta gigi, efek samping obat-obatan tertentu, hingga keterbatasan akses ke dokter gigi menjadi faktor yang meningkatkan risiko terjadinya karies gigi.
Pada sebagian anak, tindakan perawatan gigi biasa juga sulit dilakukan karena mereka mengalami kecemasan, kesulitan berkomunikasi, atau tidak mampu duduk tenang dalam waktu lama. Oleh karena itu, prosedur perawatan sering kali memerlukan anestesi umum dan dilakukan di fasilitas bedah khusus.
Apa Itu Ambulatory Surgery Center?
Ambulatory Surgery Center (ASC) merupakan fasilitas bedah rawat jalan yang berdiri terpisah dari rumah sakit. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tindakan di ASC umumnya lebih efisien dan lebih murah dibandingkan perawatan di rumah sakit.
Selain berpotensi menekan biaya, keberadaan ASC juga dapat memperluas akses layanan karena mampu mengurangi antrean panjang di rumah sakit.
Namun, apakah anak berkebutuhan khusus mendapatkan akses yang sama terhadap fasilitas ini? Itulah pertanyaan yang ingin dijawab oleh para peneliti.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini menggunakan data program asuransi kesehatan Medicaid di Amerika Serikat dari tahun 2016 hingga 2020.
Para peneliti menganalisis 601.286 tindakan bedah gigi rawat jalan pada anak usia 1–18 tahun di 40 negara bagian. Anak-anak tersebut dibagi menjadi tiga kelompok:
Anak dengan disabilitas intelektual dan kondisi terkait.
Anak dengan autisme.
Anak tanpa kedua kondisi tersebut.
Peneliti kemudian membandingkan lokasi perawatan, apakah dilakukan di ASC atau di rumah sakit.
Hasil Penelitian: Anak Berkebutuhan Khusus Lebih Sering Dirawat di Rumah Sakit
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang cukup besar.
Hanya sekitar 15,9% anak dengan disabilitas intelektual yang mendapatkan perawatan di ASC.
Pada anak dengan autisme, angkanya mencapai 26,1%.
Sementara pada anak tanpa autisme maupun disabilitas intelektual, penggunaan ASC mencapai 29,9%.