Aerosol Tak Terlihat di Klinik Gigi

Studi Baru Mengungkap Cara Lebih Efektif Mengurangi Risiko Infeksi Saat Scaling Ultrasonik
Prosedur ultrasonic scaling merupakan bagian penting dari perawatan gigi sehari-hari untuk membersihkan plak dan karang gigi. Namun, di balik manfaatnya, prosedur ini juga menghasilkan aerosol mikroba—partikel sangat kecil yang berasal dari air, saliva, dan mikroorganisme mulut. Aerosol ini dapat bertahan di udara dalam waktu lama dan berpotensi meningkatkan risiko infeksi silang di klinik gigi.
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports meneliti bagaimana aerosol mikroba menyebar selama scaling ultrasonik, serta metode perlindungan apa yang paling efektif untuk menguranginya.
Latar Belakang: Mengapa Aerosol Perlu Diperhatikan?
Sejak pandemi COVID-19, perhatian terhadap kualitas udara di fasilitas kesehatan—termasuk klinik gigi—meningkat tajam. Aerosol berukuran sangat kecil (PM1.0 dan PM2.5) dapat terhirup hingga ke saluran napas dalam dan membawa mikroorganisme patogen.
Meskipun berbagai metode pengendalian aerosol telah digunakan, bukti ilmiah yang membandingkan efektivitasnya secara langsung masih terbatas. Penelitian ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini dilakukan di ruang perawatan gigi simulasi dengan kondisi terkontrol. Peneliti mengamati pola distribusi aerosol mikroba selama prosedur ultrasonic scaling selama 20 menit, serta hingga dua jam setelah prosedur selesai.
Tiga metode perlindungan dibandingkan:
Ventilasi alami (VT) – sirkulasi udara melalui jendela
Plasma purification (PP) – alat pemurni udara berbasis teknologi plasma
High-volume evacuator (HVE) – alat hisap berdaya tinggi yang ditempatkan dekat area kerja
Pengukuran dilakukan dengan menilai:
Konsentrasi partikel aerosol (PM1.0, PM2.5, PM10)
Jumlah koloni bakteri di udara
Jarak penyebaran aerosol (0,5 m; 1,0 m; dan 1,5 m dari kepala pasien)
Hasil Utama Penelitian
Aerosol Meningkat Signifikan Saat Scaling
Hasil menunjukkan bahwa ultrasonic scaling secara nyata meningkatkan jumlah aerosol mikroba, terutama di area sekitar pasien hingga radius 1,5 meter.
Plasma Purification Paling Konsisten
Penggunaan plasma purification terbukti paling efektif dan stabil dalam menurunkan konsentrasi aerosol, khususnya partikel halus yang paling berisiko bagi kesehatan pernapasan. Efek perlindungannya juga bertahan setelah prosedur selesai.
Ventilasi Alami Efektif, Tapi Tidak Stabil
Ventilasi alami mampu menurunkan aerosol pada fase awal dan jarak dekat. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan arah aliran udara, sehingga hasilnya tidak selalu konsisten.
HVE Efektif di Jarak Sangat Dekat
High-volume evacuator efektif mengurangi aerosol hanya di area dekat pasien (±0,5 m). Pada jarak yang lebih jauh, perlindungannya menurun drastis dan sangat bergantung pada posisi serta koordinasi operator.
Makna bagi Praktik Klinik Gigi
Penelitian ini menegaskan bahwa tidak ada satu metode tunggal yang sepenuhnya mampu mengendalikan aerosol. Namun, penggunaan alat pemurni udara berbasis plasma memberikan perlindungan paling menyeluruh terhadap aerosol mikroba di udara.
Peneliti merekomendasikan pendekatan berlapis, seperti:
Ventilasi yang memadai
Penggunaan air purifier
HVE selama tindakan
Protokol standar lain (pre-procedural mouth rinse dan APD)