Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran gigi terus mengalami kemajuan yang pesat. Salah satu teknologi yang semakin banyak digunakan dalam praktik kedokteran gigi modern adalah dental laser. Penggunaan laser dalam praktik sehari-hari memberikan berbagai keuntungan, terutama pada tindakan jaringan lunak, seperti perdarahan yang lebih minimal, lapangan kerja yang lebih bersih, rasa tidak nyaman pasca tindakan yang lebih ringan, serta proses penyembuhan jaringan yang lebih baik pada kasus-kasus tertentu.
Dalam praktik klinis sehari-hari, dental laser dapat digunakan untuk berbagai prosedur, antara lain frenektomi, gingivektomi, operkulektomi, perawatan ulkus, tindakan pada lesi mukosa oral tertentu, serta sebagai terapi pendukung pada beberapa kondisi inflamasi jaringan lunak rongga mulut. Dengan pemilihan kasus yang tepat, pemahaman terhadap indikasi dan kontraindikasi, serta teknik penggunaan yang benar, dental laser dapat menjadi salah satu modalitas yang membantu dokter gigi memberikan perawatan yang lebih nyaman, efektif, dan aman bagi pasien.
Khususnya dalam bidang penyakit mulut, dental laser memiliki peran penting dalam manajemen berbagai kelainan mukosa oral. Laser dapat digunakan dalam prosedur eksisi atau biopsi lesi mukosa tertentu, membantu mengurangi perdarahan saat tindakan, serta mendukung terapi pada kondisi nyeri atau inflamasi mukosa seperti ulkus dan
mukositis melalui pendekatan low-level laser therapy. Oleh karena itu, dokter gigi perlu memahami dasar penggunaan laser pada jaringan lunak rongga mulut, termasuk prinsip kerja, keamanan, pemilihan parameter, indikasi klinis, serta batasan penggunaannya.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Petra menyelenggarakan kegiatan Petradent Continuing Education Vol. 2: Dental Laser Study Club sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan bagi dokter gigi dan dokter gigi spesialis. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk workshop yang memadukan seminar, diskusi berbasis kasus, dan praktik langsung/hands-on, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman dasar dalam penggunaan dental laser secara terarah. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan dental laser ke dalam praktik kedokteran gigi sehari-hari, khususnya pada penatalaksanaan jaringan lunak rongga mulut dan kasus-kasus penyakit mulut, dengan tetap memperhatikan prinsip keselamatan pasien, ketepatan indikasi, dan etika pelayanan klinis.