Webinar Smart dan Safe Dental Practice Manajemen Risiko
August 26, 2026by
Carigi Indonesia
Webinar Smart dan Safe Dental Practice Manajemen Risiko
Tentang Webinar
Penggunaan teknologi mutakhir dan kecerdasan buatan (AI) menuntut tenaga kesehatan gigi untuk lebih adaptif namun tetap mematuhi standar operasional prosedur. Selanjutnya untuk keselamatan pasien dapat mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan insiden medis selama perawatan gigi melalui manajemen risiko klinis yang komprehensif. Memperkuat kompetensi dan pemahaman hukum bagi Dokter Gigi maupun Terapis Gigi dan Mulut dalam menjalankan praktik mandiri. Pembaharuan tata laksana sterilisasi modern dan pencegahan infeksi (PPI) silang yang sangat vital dalam prosedur bedah minor maupun konservasi.
Praktik kedokteran gigi sangat rentan terhadap insiden seperti infeksi silang, alergi obat, hingga kesalahan prosedur (misalnya salah cabut gigi atau keliru dosis anastesi). Berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penerapan keselamatan pasien adalah standar wajib di setiap fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Manajemen risiko membantu dokter gigi mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons potensi bahaya. Praktik yang baik akan melindungi pasien dan operator (dokter gigi) dari bahaya biologis serta keluhan hukum. Menurunkan frekuensi kejadian tidak diharapkan (KTD) demi meningkatkan kualitas perawatan secara menyeluruh.
Kelelahan atau kurangnya konsentrasi dapat dicegah melalui sistem berbasis teknologi. Penggunaan rekam medis elektronik (RME) mencegah hilangnya data riwayat medis dan alergi obat pasien. Penggunaan teknologi seperti radiografi digital (X-Ray digital), Computer-Aided Design/Computer-Aided Manufacturing (CAD/CAM) untuk pencetakan gigi, hingga pemantauan sterilisasi instrumen terkomputerisasi secara langsung meningkatkan presisi tindakan.
Poli gigi dan Klinik gigi modern dituntut berevolusi menjadi "Smart dan Safe", yaitu menggabungkan pelayanan berteknologi tinggi (smart) dengan budaya keselamatan pasien yang ketat (safe). Berdasarkan kondisi di atas, diperlukan sebuah kajian ilmu yang update mengenai Smart dan Safe Dental Practice, Manajemen Risiko dan Keselamatan Pasien Berbasis Teknologi untuk menjawab tantangan tersebut melalui integrasi sistem informasi dan digitalisasi klinis yang komprehensif.