Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial memiliki peran penting dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan yang berkaitan dengan infeksi odontogenik, perdarahan, trauma dentoalveolar, komplikasi pasca pencabutan, gangguan sendi temporomandibula, serta kondisi yang berpotensi mengancam jalan napas. Sementara itu, Departemen Konservasi Gigi memiliki peran strategis dalam penanganan kegawatdaruratan endodontik dan trauma gigi, termasuk diagnosis nyeri odontogenik akut, pulpitis, abses periapikal, flare-up, fraktur gigi, luksasi, dan avulsi.
Pemahaman yang terintegrasi antara kedua bidang tersebut diperlukan agar dokter gigi mampu mengambil keputusan klinis secara tepat dan komprehensif. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik kedokteran gigi global, peningkatan kompetensi dalam kegawatdaruratan dental juga perlu memperhatikan perkembangan evidence-based dentistry, keselamatan pasien, kesiapsiagaan kegawatdaruratan di fasilitas pelayanan kesehatan gigi, serta sistem rujukan yang efektif. Oleh karena itu, keterlibatan akademisi dari Faculty of Dentistry, Chulalongkorn University diharapkan dapat memberikan perspektif internasional mengenai pendekatan kontemporer dalam pengelolaan kegawatdaruratan dental, patient safety, kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan gigi, serta integrasi penanganan kegawatdaruratan medis dan dental.
Di sisi lain, keterlibatan alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat yang saat ini berpraktik sebagai Spesialis Bedah Mulut dan Spesialis Konservasi Gigi memberikan nilai strategis dalam menghubungkan perkembangan keilmuan dengan pengalaman klinis dan kebutuhan pelayanan kesehatan gigi di Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berbasis kasus klinis yang sering dijumpai dalam praktik. Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi akademik dan profesional antara Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat, Faculty of Dentistry Chulalongkorn University, alumni FKG ULM, serta Ladokgi, dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan gigi dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Pendekatan seminar berbasis kasus diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga kemampuan dalam melakukan pengambilan keputusan klinis, menentukan prioritas penanganan, mengenali kondisi red flag, dan menentukan kebutuhan rujukan secara tepat. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu kegiatan seminar ilmiah dengan tema “Contemporary Dental Emergency Management: Integrated Approach in Oral Surgery and Endodontics” sebagai sarana peningkatan pengetahuan, kompetensi klinis, keselamatan pasien, serta penguatan jejaring akademik dan profesional. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pelayanan kedokteran gigi, khususnya dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan dental dan medis di lingkungan praktik kedokteran gigi.