Petradent Continuing Education Vol. 3 “Dental CBCT Study Club” 2026
July 1, 2026by
Carigi Indonesia
Petradent Continuing Education Vol. 3 “Dental CBCT Study Club” 2026
Tentang Workshop
Perkembangan ilmu kedokteran gigi saat ini menuntut dokter gigi untuk mampu melakukan perencanaan perawatan secara lebih komprehensif, akurat, dan berbasis bukti. Salah satu bidang yang mengalami perkembangan pesat adalah perawatan implan gigi, di mana keberhasilan terapi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan operator saat tindakan bedah, tetapi juga oleh ketepatan diagnosis dan perencanaan sebelum tindakan dilakukan.
Dalam perencanaan implan, evaluasi kondisi tulang alveolar menjadi tahap yang sangat penting. Dokter gigi perlu memahami volume tulang, tinggi dan lebar ridge, posisi struktur anatomi penting seperti kanalis mandibula, foramen mentale, sinus maksilaris, serta kemungkinan adanya kelainan patologis yang dapat memengaruhi keberhasilan pemasangan implan. Pemeriksaan radiografi konvensional dua dimensi sering kali memiliki keterbatasan karena tidak dapat memberikan informasi kedalaman dan hubungan anatomi secara menyeluruh.
Cone Beam Computed Tomography atau CBCT hadir sebagai modalitas pencitraan tiga dimensi yang sangat membantu dalam perencanaan implan gigi. Melalui CBCT, dokter gigi dapat melakukan interpretasi anatomi secara lebih detail, menilai kualitas dan kuantitas tulang, menentukan posisi implan yang lebih ideal, serta meminimalkan risiko komplikasi. Penggunaan CBCT juga mendukung konsep implant dentistry yang lebih modern, yaitu perawatan yang direncanakan secara prosthetically driven, di mana posisi implan tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan tulang, tetapi juga hasil restorasi akhir yang fungsional dan estetik.
Namun demikian, pemanfaatan CBCT dalam praktik klinis memerlukan pemahaman yang baik mengenai prinsip dasar pencitraan, cara membaca gambaran radiografis tiga dimensi, serta kemampuan mengintegrasikan hasil interpretasi CBCT ke dalam rencana perawatan implan. Kesalahan dalam membaca atau menafsirkan CBCT dapat berdampak pada kesalahan penentuan posisi implan, risiko cedera struktur anatomi, hingga kegagalan perawatan.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, **Petradent Continuing Education Vol. 3: Dental CBCT Study Club dalam Planning Implant** diselenggarakan sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan bagi dokter gigi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam interpretasi CBCT, khususnya yang berkaitan dengan perencanaan pemasangan implan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang aplikatif melalui diskusi kasus, pendekatan klinis, serta pembahasan sistematis mengenai bagaimana CBCT digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan perawatan implan yang lebih aman, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam membaca dan menganalisis CBCT, mengenali struktur anatomi penting, mengidentifikasi faktor risiko, serta menyusun rencana perawatan implan yang lebih terarah sesuai kebutuhan pasien. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kedokteran gigi, khususnya dalam bidang implant dentistry berbasis teknologi pencitraan tiga dimensi.