Perawatan & Kebersihan Gigi Tiruan: Panduan Praktis untuk Apoteker

Tentang Webinar
Kesehatan gigi dan mulut (oral) didefinisikan sebagai bentuk usaha dengan tujuan menjaga area mulut bersih dan bebas dari risiko terjadinya penyakit dengan membersihkan secara rutin area gigi dan jaringan disekitarnya. Pembersihan secara reguler dan persisten terbukti dapat menghindari penyakit pada gigi. Pentingnya kesadaran akan hal ini dikarenakan gigi memiliki banyak fungsi bagi manusia, salah satunya untuk membantu proses mengunyah pada makanan. Apabila pasien mengalami kehilangan gigi, maka akan ada beberapa kondisi seperti migrasi gigi, beban berlebih pada jaringan pendukung, menurunnya fungsi bicara, hingga rotasi gigi sehingga membutuhkan perawatan. Penyebab kehilangan gigi sendiri bersifat multifaktorial, dapat disebabkan oleh genetik, penyakit tertentu, atau faktor lokal dari dalam gigi atau rongga mulut. Kehilangan gigi ini dapat dibantu dengan perawatan prostodontik seperti pembuatan gigi tiruan. Gigi tiruan segera mengacu pada prostesis gigi yang dibuat untuk menggantikan gigi yang hilang dan struktur terkait dari rahang atas dan rahang bawah yang dipasang segera setelah pencabutan gigi yang tersisa.
Penggunaan perekat gigi tiruan tidak hanya membantu meningkatkan retensi dan stabilitas, tetapi juga dapat memberikan rasa percaya diri secara psikologis kepada pasien, terutama saat berinteraksi di ruang publik. Meskipun demikian, perekat gigi tiruan tidak boleh digunakan sebagai upaya untuk memperbaiki retensi pada gigi tiruan yang tidak pas atau dibuat secara tidak adekuat. Perekat gigi tiruan tersedia dalam berbagai bentuk, antara lain pasta, bubuk, dan krim. Memahami jenis-jenis perekat gigi tiruan menjadi penting dalam merekomendasikan pemilihannya untuk meningkatkan kepuasan serta kenyamanan pasien.
Kebersihan gigi tiruan sangat penting karena gigi tiruan digunakan oleh pasien sepanjang hari dan selalu berkontak langsung dengan lingkungan rongga mulut yang mengandung berbagai mikroorganisme. Akumulasi mikroorganisme pada permukaan protesa dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah rongga mulut, seperti denture stomatitis dan inflammatory papillary hyperplasia. Secara umum, terdapat tiga metode yang direkomendasikan untuk membersihkan gigi tiruan, yaitu metode mekanis, metode kimia, serta kombinasi keduanya. Metode mekanis merupakan cara yang paling sering dan luas digunakan oleh pasien. Namun, pada pasien lanjut usia, metode ini sering kali sulit dilakukan secara optimal karena rendahnya kepatuhan serta keterbatasan koordinasi motorik akibat proses penuaan. Oleh karena itu, penggunaan pembersih gigi tiruan secara kimia menjadi alternatif yang lebih praktis dan efektif bagi kelompok pasien tersebut.
Berdasarkan hal tersebut, kami menyelenggarakan webinar berjudul “Perawatan & Kebersihan Gigi Tiruan: Panduan Praktis untuk Apoteker” untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan peran apoteker serta tenaga vokasi farmasi dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut pada pasien yang menggunakan gigi tiruan serta pemahaman mendalam mengenai pemilihan perekat dan pembersih untuk gigi tiruan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Link Pembelajaran (LMS)
https://lms.kemkes.go.id/courses/15bbc14f-26e4-4f28-b553-8adc9d084d35