
Tentang Seminar
Pentingnya Pengelolaan Mikrobioma Rongga Mulut Rongga mulut manusia dihuni oleh komunitas mikroorganisme yang sangat beragam (mikrobioma oral) yang berperan penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dalam kondisi seimbang, mikrobioma ini membantu mempertahankan homeostasis dengan bertindak sebagai barier pertahanan alami yang mencegah kolonisasi bakteri patogen penyebab infeksi. Gangguan keseimbangan mikrobioma (disbiosis) akibat kebiasaan hidup modern atau hygiene yang buruk dapat mengakibatkan tumbuhnya bakteri merugikan, sehingga memicu terjadinya karies gigi, gingivitis, dan periodontitis.
Sebaliknya, mikrobioma yang terpelihara dengan baik berkontribusi pada pencegahan penyakit-penyakit mulut tersebut dan turut mendukung kesehatan tubuh secara umum. Dengan demikian, pengelolaan rongga mulut yang menitik beratkan pada menjaga keseimbangan mikrobioma melalui hygiene oral, diet sehat, dan kebiasaan baik menjadi sangat krusial sebagai fondasi keberhasilan perawatan gigi dan mulut di klinik.
Dampak Kegagalan Manajemen Rongga Mulut pada Perawatan Gigi
- Terapi Ortodonti (Behel): Kebersihan mulut yang buruk pada pasien ortodonti menyebabkan akumulasi plak berlebih di sekitar braket dan kawat, meningkatkan risiko white spot lesion, karies, dan gingivitis.
- Periodonsia: Kegagalan menjaga kebersihan mulut mempercepat kerusakan jaringan pendukung gigi dan kehilangan tulang alveolar.
- Prostodonsia: Kebersihan yang buruk memicu peri-implantitis dengan risiko 14 kali lipat lebih tinggi.
- Konservasi Gigi dan Pedodonti: Plak di sekitar tepi restorasi menyebabkan karies sekunder — penyebab utama kegagalan tambalan.
Kegagalan menjaga kebersihan dan keseimbangan mikrobioma rongga mulut dapat berimplikasi langsung terhadap efektivitas perawatan dan keberhasilan klinis, sebagaimana sejalan dengan prinsip pelayanan kesehatan bermutu dan berkesinambungan yang diamanatkan dalam UU No. 17 Tahun 2023 Pasal 274 dan 291, yang menekankan pentingnya penerapan standar pelayanan profesional oleh tenaga kesehatan.
Bukti ilmiah menunjukkan hubungan dua arah antara kesehatan mulut dan kondisi sistemik, terutama pada diabetes dan penyakit jantung. Infeksi periodontal pada ibu hamil juga dikaitkan dengan risiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah. Dengan demikian, manajemen rongga mulut yang baik tidak hanya berdampak pada keberhasilan perawatan gigi, tetapi juga mendukung kesehatan sistemik pasien. Hal ini sejalan dengan prinsip pelayanan kesehatan holistik dan integratif sebagaimana tercantum dalam UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Link Pembelajaran (LMS)
https://lms.kemkes.go.id/courses/0425b58e-d820-4dd0-806d-a85a3ffc1d01