Perkembangan ilmu dan teknologi dalam bidang kedokteran gigi berlangsung sangat pesat, khususnya pada aspek material restorasi. Munculnya berbagai bahan restoratif dengan karakteristik, komposisi, dan teknik aplikasi yang berbeda menuntut dokter gigi untuk selalu memperbarui pengetahuan agar dapat memberikan perawatan yang optimal, aman, dan sesuai dengan kebutuhan pasien. Pemilihan material yang tepat tidak hanya berpengaruh terhadap keberhasilan restorasi, tetapi juga terhadap prognosis jangka panjang dan kepuasan pasien. Restorasi direct masih menjadi pilihan utama dalam praktik sehari-hari karena sifatnya yang minimal invasif, efisien, dan ekonomis. Namun, banyaknya variasi bahan restoratif direct seperti resin komposit dengan teknologi terbaru menimbulkan tantangan tersendiri dalam menentukan kelebihan, indikasi klinis, serta bukti ilmiah yang mendukung penggunaannya. Oleh karena itu, pemahaman berbasis bukti klinis terkini sangat penting agar dokter gigi dapat membuat keputusan klinis yang rasional dan tepat sasaran. Selain pemilihan bahan restoratif, keberhasilan restorasi sangat dipengaruhi oleh sistem bonding yang digunakan. Perkembangan bonding system dari berbagai generasi menawarkan kemudahan aplikasi sekaligus klaim kekuatan adhesi yang tinggi. Namun, tanpa pemahaman yang komprehensif mengenai prinsip kerja, indikasi, dan teknik aplikasinya, hasil restorasi dapat menjadi tidak optimal. Pendekatan evidence-based diperlukan untuk menilai efektivitas dan keamanan bonding system generasi terbaru dalam berbagai kondisi klinis.