
Tentang Seminar
Perkembangan profesi kedokteran gigi dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan dinamika yang sangat cepat, baik dari sisi regulasi, standar kompetensi, maupun inovasi teknologi klinis. Perubahan ini menuntut dokter gigi untuk memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kerangka etika profesi, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguasaan pembaruan ilmu dan teknologi yang relevan dengan praktik sehari‑hari. Ketiga unsur tersebut saling terkait dan membentuk fondasi utama bagi terselenggaranya pelayanan kesehatan gigi yang aman, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Dalam konteks regulasi profesi, penguatan sistem pembinaan tenaga kesehatan menjadi perhatian penting di tingkat nasional. Health Professional Collegium di Indonesia berperan strategis dalam menyusun standar kompetensi, mengembangkan kurikulum pendidikan, menegakkan prinsip etika profesi, serta memastikan berlangsungnya pendidikan berkelanjutan yang terstruktur. Melalui perannya dalam penjaminan mutu, kolegium memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas lulusan tenaga kesehatan, penyelenggaraan uji kompetensi, dan kesiapan dokter gigi dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang. Pemahaman yang kuat tentang fungsi, struktur, dan mandat kolegium menjadi bagian esensial dalam menopang profesionalitas dokter gigi di Indonesia.
Di sisi lain, tantangan klinis yang dihadapi dokter gigi semakin kompleks, termasuk meningkatnya kebutuhan penatalaksanaan kasus bedah yang memerlukan teknik presisi dan pengetahuan yang mendalam. Salah satu tantangan yang umum ditemui dalam praktik sehari‑hari adalah penanganan ekstraksi gigi berakar multiple. Prosedur ini membutuhkan keterampilan teknis yang baik, mulai dari penilaian radiografis yang akurat, pemilihan instrumen yang sesuai, penguasaan manuver bedah, hingga kemampuan mengatasi komplikasi yang mungkin muncul. Pendekatan berbasis bukti dan teknik yang atraumatik menjadi tuntutan utama agar hasil perawatan optimal serta risiko trauma jaringan dapat diminimalkan. Oleh karena itu, pembaruan kompetensi dalam teknik ekstraksi kompleks menjadi kebutuhan penting bagi para praktisi.
Selain keterampilan dasar dan lanjutan dalam bedah mulut, perkembangan teknologi turut membawa perubahan signifikan dalam praktik kedokteran gigi modern. Salah satu inovasi yang semakin mendapatkan tempat adalah piezoelectric bone surgery—teknologi berbasis gelombang ultrasonik yang memungkinkan pemotongan jaringan keras secara selektif dan sangat presisi tanpa merusak jaringan lunak di sekitarnya. Keunggulan ini menjadikan piezo surgery sebagai pilihan utama pada berbagai prosedur, seperti atraumatic extraction, sinus lifting, ridge split, bone augmentation, dan periodontal surgery. Dengan meningkatnya tuntutan terhadap prosedur minimal invasif dan prediktabilitas hasil perawatan, pemahaman dan penguasaan teknologi piezo menjadi kompetensi strategis bagi dokter gigi yang ingin meningkatkan kualitas layanan klinis.
Melihat kebutuhan untuk mengintegrasikan aspek regulasi, etika profesi, keterampilan klinis, dan teknologi mutakhir itulah seminar ilmiah bertema “From Ethical Standards and Regulatory Compliance to Integrating Clinical Updates into Daily Dental Practice” diselenggarakan. Melalui rangkaian materi yang berkesinambungan—mulai dari pemahaman mengenai struktur dan peran Health Professional Collegium, pembaruan teknik ekstraksi gigi berakar multiple, hingga implementasi teknologi piezo dalam praktik klinis—seminar ini dirancang untuk memberikan pembelajaran yang menyeluruh dan aplikatif. Para peserta bukan hanya memperoleh wawasan teoretis, tetapi juga pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam praktik sehari-hari.
Kegiatan ini semakin bermakna karena dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus PDGI Wilayah Banten dan Pengurus Cabang se‑Provinsi Banten Periode 2025–2030. Pelantikan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat tata kelola organisasi profesi, memperluas jejaring kolaborasi, dan memastikan kesinambungan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan mutu layanan kesehatan gigi dan mulut. Dengan kepengurusan yang baru, diharapkan PDGI mampu terus berperan aktif dalam mengawal profesionalisme dokter gigi, menjaga marwah profesi, serta mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah Banten.
Melalui penyelenggaraan seminar ilmiah dan pelantikan pengurus ini, diharapkan tercapai penguatan kapasitas dokter gigi baik dari sisi regulasi, etika profesi, kemampuan klinis, maupun pemanfaatan teknologi terkini. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan kedokteran gigi yang unggul, beretika, adaptif, dan selaras dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Link Pembelajaran (LMS)
https://lms.kemkes.go.id/courses/6c4e17d1-8908-4f72-8d4c-90f108a28cf8