Skip to Content

Teknik Hall Lebih Unggul dari Silver Fluoride untuk Gigi Susu

November 1, 2026 by
Carigi Indonesia

Teknik Hall Lebih Unggul dari Silver Fluoride untuk Gigi Susu

Image: peopleimages.com/Adobe Stock

Teknik Hall Lebih Unggul dari Silver Fluoride dalam Menangani Gigi Berlubang pada Geraham Susu

Gigi berlubang pada gigi susu masih menjadi masalah umum pada anak. Menangani anak kecil di kursi dokter gigi juga bukan hal mudah, sehingga dokter gigi terus mencari cara perawatan yang efektif, cepat, dan nyaman bagi anak.

Dua pendekatan minimal invasif yang banyak dibahas adalah:

  • Teknik Hall (Hall technique): memasang mahkota stainless steel (stainless steel crown) langsung di atas gigi geraham susu yang berlubang, tanpa dibor dan tanpa bius. Karies “ditutup” sehingga bakteri kehilangan sumber makanan dan proses kerusakan melambat.
  • Silver fluoride: mengoleskan cairan berbahan perak dan fluorida pada lubang gigi untuk menghentikan perkembangan karies. Cara ini lebih sederhana dan membutuhkan peralatan lebih sedikit.

Sebuah uji klinis selama 18 bulan dari Kayseri, Turki, membandingkan keduanya dengan tambalan konvensional. Hasilnya dipublikasikan pada 12 Oktober 2026 di jurnal BMC Oral Health.

Bagaimana Penelitian Dilakukan?

  • Desain: uji klinis acak dengan desain split-mouth di satu pusat. Artinya, setiap anak menerima ketiga jenis perawatan pada gigi yang berbeda, sehingga perbandingan dilakukan pada anak yang sama.
  • Peserta: 55 anak usia 4–8 tahun, dengan total 165 gigi geraham susu.
  • Kriteria gigi: lubang aktif pada sisi antargigi (kavitas kelas II) yang sudah mencapai dentin, dikonfirmasi lewat foto rontgen.
KelompokPerawatan
Teknik HallPemasangan mahkota stainless steel tanpa pembuangan karies
Silver fluorideLarutan silver fluoride 38% (berbasis air, tanpa amonia), diikuti kalium iodida dan fluoride varnish, diulang setiap 6 bulan
KonvensionalPembuangan karies menyeluruh, lalu ditambal dengan kompomer

Peneliti menilai keberhasilan klinis dan radiografis, lama perawatan, rasa sakit, dan perilaku anak selama perawatan.

Apa Hasilnya?

1. Teknik Hall: tanpa kegagalan

Setelah 18 bulan, tidak ada kegagalan klinis maupun radiografis pada kelompok teknik Hall. Tingkat keberhasilannya tidak berbeda bermakna dengan tambalan konvensional.

2. Tambalan konvensional: hanya kegagalan ringan

Kegagalan yang terjadi tergolong ringan, yaitu tambalan lepas atau muncul karies sekunder.

3. Silver fluoride: hasil paling buruk

Kelompok silver fluoride memiliki hasil yang jauh lebih buruk dibanding teknik Hall. Sebagian besar kegagalannya tergolong berat, terutama pulpitis ireversibel (radang saraf gigi yang tidak dapat pulih) dan abses.

4. Gusi di sekitar mahkota stainless steel lebih meradang

Skor indeks gingiva lebih tinggi di sekitar mahkota stainless steel, meskipun jumlah plak serupa pada semua kelompok. Dampak klinis dari perbedaan ini tidak dinilai dalam penelitian.

5. Waktu, rasa sakit, dan perilaku anak

  • Kedua teknik minimal invasif rata-rata tiga kali lebih cepat dibanding tambalan konvensional.
  • Anak melaporkan rasa sakit lebih rendah dengan silver fluoride dibanding teknik Hall, tetapi relevansi klinis perbedaan ini belum jelas.
  • Perilaku anak selama perawatan serupa di ketiga kelompok.

Apa Artinya bagi Praktik Kedokteran Gigi Anak?

Silver fluoride menawarkan kepraktisan: cepat, sederhana, dan minim alat. Namun, untuk lubang yang sudah mencapai dentin di sisi antargigi geraham susu, penelitian ini menunjukkan protokol silver fluoride kurang dapat diandalkan dalam jangka panjang. Kegagalannya pun cenderung berat, seperti radang saraf dan abses.

Sebaliknya, teknik Hall menggabungkan efisiensi waktu dengan tingkat keberhasilan yang setara tambalan konvensional. Temuan ini menegaskan pentingnya menyeimbangkan keberhasilan perawatan, efisiensi di kursi dokter gigi, dan kenyamanan anak.

Penelitian lain juga terus mengembangkan teknik minimal invasif. Salah satunya uji klinis 24 bulan yang menunjukkan bahwa membuang lapisan dentin nekrotik terluar sebelum memasang mahkota stainless steel dapat membantu mengurangi dampak mahkota yang kurang pas.

Catatan Penting

  • Penelitian dilakukan di satu pusat dengan jumlah anak yang relatif kecil.
  • Hasil berlaku untuk karies sisi antargigi yang sudah mencapai dentin pada geraham susu, bukan untuk semua jenis lubang gigi.
  • Dampak klinis dari peradangan gusi di sekitar mahkota stainless steel belum diketahui.
  • Pemilihan perawatan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi gigi, usia, dan kooperasi anak oleh dokter gigi.

Kesimpulan

Uji klinis 18 bulan pada 55 anak di Turki menunjukkan bahwa teknik Hall berhasil tanpa satu pun kegagalan dan hasilnya setara dengan tambalan konvensional, sekaligus tiga kali lebih cepat dikerjakan. Sebaliknya, silver fluoride memang lebih sederhana dan sedikit lebih nyaman, tetapi lebih sering gagal, dengan kegagalan yang cenderung berat seperti pulpitis dan abses. Untuk lubang antargigi pada geraham susu yang sudah mencapai dentin, teknik Hall tampak sebagai pilihan minimal invasif yang lebih dapat diandalkan.

Referensi

  1. Dental Tribune International. (2026, 30 Oktober). Hall Technique outperforms silver fluoride in primary molar caries treatment. https://www.dental-tribune.com/news/hall-technique-outperforms-silver-fluoride-in-primary-molar-caries-treatment/
  2. 18-month outcomes of three caries management strategies in primary molars: A randomized split-mouth trial. BMC Oral Health. 2026. https://doi.org/10.1186/s12903-026-10036-8
Carigi Indonesia November 1, 2026
Share this post
Tags
Archive
AI Prediksi Keberhasilan Implan Gigi dengan Akurasi 96,1%