Pedoman WHO: Layanan Kesehatan Gigi Bebas Merkuri

WHO Rilis Pedoman Kesehatan Mulut Bebas Merkuri untuk Membatasi Penggunaan Amalgam Gigi
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja merilis pedoman teknis terbaru yang mendesak peralihan global menuju Pelayanan Kesehatan gigi yang bebas merkuri. Fokus utamanya adalah membatasi secara signifikan penggunaan amalgam gigi, bahan tambal berwarna perak yang mengandung sekitar 50% merkuri. Langkah ini sejalan dengan Konvensi Minamata tentang Merkuri, yang bertujuan melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dari dampak polusi logam berat.
Mengapa Penggunaan Amalgam Dibatasi?
Meskipun amalgam telah digunakan selama lebih dari 150 tahun karena daya tahannya, WHO menekankan beberapa alasan krusial di balik transisi ini untuk meningkatkan standar Kesehatan Gigi:
Dampak Lingkungan: Pembuangan limbah amalgam dari klinik gigi memberikan kontribusi signifikan terhadap pencemaran merkuri di perairan dan rantai makanan.
Keamanan Pasien Jangka Panjang: WHO mendorong penggunaan bahan restorasi alternatif yang lebih biokompatibel dan estetis.
Transformasi Global: Mengarahkan industri kedokteran gigi untuk lebih berinvestasi pada bahan komposit dan semen ionomer kaca (glass ionomer cement) yang bebas merkuri.
Strategi Transisi dalam Pelayanan Kesehatan
Pedoman terbaru WHO ini memberikan peta jalan bagi negara-negara anggota untuk memperkuat sistem kesehatan mereka melalui:
Peningkatan Bahan Alternatif: Memastikan ketersediaan bahan tambal sewarna gigi yang berkualitas tinggi dan terjangkau di fasilitas kesehatan.
Pendidikan Tenaga Medis: Melatih dokter gigi dalam teknik restorasi modern yang lebih minim invasif dibandingkan pemasangan amalgam tradisional.
Kebijakan Publik: Mendorong asuransi kesehatan untuk mulai menanggung biaya penggunaan bahan restorasi bebas merkuri secara menyeluruh.