Omega-3 dan Aspirin Dosis Rendah untuk Periodontitis Berat

Omega-3 dan Aspirin Dosis Rendah Menjanjikan untuk Periodontitis Berat
Antibiotik sering digunakan sebagai tambahan dalam perawatan penyakit gusi berat (periodontitis). Namun, kekhawatiran akan resistansi antibiotik dan keterbatasan penggunaannya mendorong peneliti mencari alternatif. Sebuah uji klinis selama satu tahun di Brasil menguji kombinasi omega-3 dan aspirin dosis rendah, dan hasilnya menjanjikan.
Penelitian ini dipublikasikan di Journal of Periodontology edisi Juli 2026.
Cara Kerja yang Berbeda
Menurut peneliti utama, Dr. Nídia Cristina Castro dos Santos dari Faculdade Israelita de Ciências da Saúde Albert Einstein, São Paulo, omega-3 bekerja berbeda dari obat antiradang biasa. Alih-alih menghambat peradangan, omega-3 membantu tubuh membentuk molekul yang aktif meredakan peradangan dan mendukung perbaikan jaringan. Aspirin dosis rendah membantu meningkatkan pembentukan molekul tersebut.
Bagaimana Penelitian Dilakukan
Uji klinis acak, terkontrol plasebo, dan tersamar ganda ini melibatkan 109 pasien dengan periodontitis stadium III atau IV di beberapa pusat penelitian. Semua pasien menjalani pembersihan karang gigi dan akar gigi di bawah gusi, lalu dibagi secara acak ke empat kelompok:
Plasebo
Antibiotik (metronidazol dan amoksisilin)
Omega-3 dan aspirin
Kombinasi antibiotik serta omega-3 dan aspirin
Hasil Penelitian
Setelah satu tahun, lebih dari separuh pasien di ketiga kelompok terapi tambahan mencapai target perawatan, yaitu tidak lebih dari empat area dengan kedalaman poket gusi 5 mm atau lebih.
Sebaliknya, kurang dari seperempat pasien yang hanya menjalani pembersihan gusi mencapai target tersebut.
Hasil ketiga terapi tambahan tampak serupa, namun jumlah peserta belum cukup besar untuk memastikan mana yang paling efektif.
Dua temuan lain yang menarik:
Menggabungkan antibiotik dengan omega-3 dan aspirin tidak memberi manfaat tambahan.
Perbaikan pada kelompok omega-3 dan aspirin bertahan enam bulan setelah suplemen dihentikan, menunjukkan efek “pemrograman ulang” respons peradangan yang mungkin berlangsung lama.
Menurut penulis senior Prof. Magda Feres dari Harvard School of Dental Medicine, kombinasi ini dapat menjadi alternatif bagi pasien yang tidak bisa menggunakan antibiotik, misalnya karena alergi atau intoleransi.
Mengapa Ini Penting?
Strategi yang mengatur respons tubuh terhadap peradangan berpotensi membantu menghemat penggunaan antibiotik untuk pasien yang benar-benar membutuhkannya, sehingga ikut menekan risiko resistansi antibiotik. Data awal analisis bakteri juga menunjukkan terapi ini dapat mengurangi bakteri penyebab penyakit dan mendukung bakteri yang berkaitan dengan gusi sehat.
Keterbatasan
Peserta hanya orang dewasa sehat dan tidak merokok.
Pasien dengan tukak lambung atau gangguan darah dikecualikan, mengingat aspirin memiliki kontraindikasi.
Jumlah peserta relatif kecil.
Penelitian lebih besar dengan pasien yang lebih beragam, termasuk penderita diabetes, masih diperlukan untuk menentukan siapa yang paling diuntungkan.
Apa Artinya bagi Pasien?
Temuan ini membawa harapan, tetapi bukan alasan untuk mengonsumsi aspirin atau suplemen omega-3 tanpa anjuran dokter. Aspirin memiliki risiko efek samping, terutama pada lambung dan perdarahan. Kunci utama perawatan periodontitis tetap pembersihan gusi oleh dokter gigi, kebersihan mulut yang baik, dan kontrol rutin. Terapi tambahan apa pun sebaiknya diputuskan bersama dokter gigi sesuai kondisi masing-masing.
Kesimpulan
Uji klinis satu tahun pada 109 pasien periodontitis berat menunjukkan bahwa kombinasi omega-3 dan aspirin dosis rendah, sebagai tambahan pembersihan gusi, memberi hasil sebanding dengan antibiotik metronidazol dan amoksisilin, dengan manfaat yang bertahan setelah suplemen dihentikan. Pendekatan yang meredakan peradangan ini berpotensi menjadi alternatif bagi pasien tertentu yang tidak dapat menggunakan antibiotik sekaligus membantu menekan resistansi antibiotik. Namun, penelitian lebih besar dan beragam masih diperlukan, dan penggunaannya harus tetap di bawah pengawasan dokter gigi.
Referensi
Ramonaite I. (2026, 9 Oktober). Omega-3 and low-dose aspirin show promise in severe periodontitis. Dental Tribune International. https://www.dental-tribune.com/news/omega-3-and-low-dose-aspirin-show-promise-in-severe-periodontitis/
Castro dos Santos NC, Feres M, dkk. Immunomodulators, associated or not with systemic antibiotics, to treat periodontitis: A 1-year multicenter, placebo-controlled, double-blind, randomized clinical trial. Journal of Periodontology. Juli 2026. https://doi.org/10.1002/jper.70081
Agência FAPESP. Use of omega-3 and ASA has a similar effect to antibiotics against severe periodontitis. https://agencia.fapesp.br/use-of-omega-3-and-asa-has-a-similar-effect-to-antibiotics-against-severe-periodontitis/58877