Skip to Content

Mahkota Gigi Susu: BioFlx vs Stainless Steel vs Zirkonia

November 4, 2026 by
Carigi Indonesia

Mahkota Gigi Susu: BioFlx vs Stainless Steel vs Zirkonia

Mahkota Gigi Susu: BioFlx vs Stainless Steel vs Zirkonia

Mahkota Mana yang Terbaik untuk Gigi Geraham Susu? Membandingkan BioFlx, Stainless Steel, dan Zirkonia

Gigi geraham susu yang rusak parah atau sudah menjalani perawatan saraf (pulpektomi) biasanya perlu ditutup dengan mahkota (crown) agar tetap kuat hingga waktunya tanggal dan digantikan gigi permanen.

Selama ini, mahkota stainless steel menjadi pilihan standar karena kuat dan tahan lama. Namun, warnanya yang metalik sering kurang disukai orang tua. Karena itu, muncul pilihan berwarna gigi seperti zirkonia dan BioFlx.

BioFlx adalah mahkota berbahan resin fleksibel yang dipromosikan sebagai alternatif estetis zirkonia karena membutuhkan pengasahan gigi yang lebih sedikit. Namun, kinerja klinisnya belum banyak diteliti.

Sebuah uji klinis acak terkontrol dari Wardha, India, yang terbit di BMC Oral Health pada 10 Oktober 2026 membandingkan ketiga jenis mahkota ini dari sisi kinerja klinis dan kepuasan orang tua.

Bagaimana Penelitian Dilakukan?

  • Peserta: 54 anak dengan total 72 gigi geraham susu yang membutuhkan mahkota setelah pulpektomi.

  • Pembagian: gigi dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok mahkota, yaitu stainless steel, zirkonia, dan BioFlx.

  • Masa pengamatan: 12 bulan.

  • Penilaian: ketahanan mahkota (retensi), kesehatan gusi, penumpukan plak, keausan gigi lawan, perubahan warna, dan kepuasan orang tua.

Apa Hasilnya?

1. Ketahanan (retensi): stainless steel paling awet

Setelah 12 bulan, urutan retensi dari yang tertinggi adalah:

  1. Stainless steel

  2. Zirkonia

  3. BioFlx

Peneliti menduga lepasnya semen perekat ikut berperan dalam kegagalan mahkota BioFlx.

2. Kesehatan gusi dan plak: zirkonia paling baik

  • Zirkonia menunjukkan gusi yang sehat sepanjang masa pengamatan, dan hampir semua mahkota zirkonia bebas plak pada pemeriksaan akhir.

  • BioFlx menunjukkan hasil plak yang paling kurang baik.

3. Keausan gigi lawan: hanya pada zirkonia

Keausan pada gigi lawan (gigi yang beradu saat menggigit) hanya ditemukan pada kelompok zirkonia. Zirkonia adalah bahan yang sangat keras sehingga dapat mengikis gigi lawannya.

4. Penampilan dan kepuasan orang tua

  • Sebagian besar orang tua pada kelompok zirkonia dan BioFlx puas dengan warna mahkota.

  • Sebagian besar orang tua pada kelompok stainless steel kurang puas karena tampilannya yang metalik.

  • Tidak ada perubahan warna yang tercatat pada kelompok zirkonia.

Ringkasan Perbandingan

AspekStainless steelZirkoniaBioFlx
RetensiPaling baikSedangPaling rendah
Kesehatan gusi dan plak–Paling baikPlak paling kurang baik
Keausan gigi lawanTidak adaAdaTidak ada
Kepuasan estetika orang tuaRendahTinggiTinggi

Setiap Pilihan Punya Untung-Rugi

Penelitian ini menunjukkan bahwa memenuhi keinginan orang tua akan mahkota berwarna gigi melibatkan pertimbangan klinis yang berbeda-beda tergantung bahannya:

  • Stainless steel: paling kuat bertahan, tetapi kurang estetis.

  • Zirkonia: estetis dan baik bagi gusi, tetapi berisiko mengikis gigi lawan.

  • BioFlx: estetis dan pengasahan gigi lebih sedikit, tetapi retensinya paling rendah dan plaknya paling kurang baik.

Karena itu, dokter gigi perlu mendiskusikan retensi dan kontrol plak dengan orang tua saat menawarkan BioFlx sebagai alternatif.

Hasil Penelitian Lain Masih Beragam

  • Satu penelitian 12 bulan sebelumnya tidak menemukan perbedaan bermakna antara BioFlx, zirkonia, dan stainless steel dalam hal retensi, plak, maupun kesehatan gusi.

  • Penelitian lain melaporkan kesehatan gusi yang kurang baik pada BioFlx dibandingkan stainless steel.

Pengamatan jangka lebih panjang, hingga gigi susu tanggal secara alami, masih diperlukan.

Catatan Penting

  • Jumlah gigi relatif kecil, yaitu 72 gigi dibagi tiga kelompok.

  • Masa pengamatan hanya 12 bulan, sementara gigi geraham susu umumnya bertahan beberapa tahun hingga tanggal.

  • Hasil penelitian lain belum seragam, sehingga belum ada satu bahan yang terbukti paling unggul di semua aspek.

Pesan Praktis untuk Orang Tua

  • Diskusikan pilihan mahkota dengan dokter gigi anak, termasuk kelebihan dan kekurangan masing-masing bahan, bukan hanya warnanya.

  • Mahkota stainless steel tetap pilihan yang sangat baik dari sisi ketahanan, meski warnanya metalik.

  • Apa pun jenis mahkotanya, jaga kebersihan mulut anak dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.

  • Kontrol rutin ke dokter gigi agar mahkota yang longgar atau lepas dapat segera ditangani.

Kesimpulan

Uji klinis 12 bulan pada 72 gigi geraham susu ini menunjukkan bahwa setiap jenis mahkota memiliki keunggulan dan kelemahan. Stainless steel paling awet, zirkonia unggul dalam estetika dan kesehatan gusi tetapi dapat mengikis gigi lawan, sedangkan BioFlx disukai karena warnanya tetapi memiliki retensi terendah dan penumpukan plak paling kurang baik. Pemilihan mahkota sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan klinis anak sekaligus harapan orang tua, melalui diskusi bersama dokter gigi.

Referensi

  1. Dental Tribune International. (2026). Which crown wins? Comparing BioFlx with stainless steel and zirconia.

  2. Clinical performance and parental satisfaction of Bioflx, zirconia and stainless steel crowns in primary molars: A randomized controlled trial. BMC Oral Health. 2026 (terbit daring 10 Oktober 2026). https://doi.org/10.1186/s12903-026-10165-0

Carigi Indonesia November 4, 2026
Share this post
Tags
Archive
Riset Regenerasi Dentin UIC: Menumbuhkan Kembali Jaringan Gigi