Skip to Content

Gigi Berlubang Anak Bisa Berujung ke IGD: Cegah Sejak Dini

October 6, 2026 by
Carigi Indonesia

Gigi Berlubang Anak Bisa Berujung ke IGD: Cegah Sejak Dini

Gigi Berlubang Anak Bisa Berujung ke IGD: Cegah Sejak Dini

Penyakit Gigi yang Bisa Dicegah Justru Membawa Anak ke IGD

Sakit gigi pada anak sering dianggap sepele, terutama jika yang bermasalah masih gigi susu. Padahal, sebuah penelitian dari Australia menunjukkan bahwa penyakit gigi yang sebenarnya dapat dicegah membuat banyak anak harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

Penelitian ini dipimpin oleh Associate Professor Sobia Zafar, dokter gigi spesialis anak dari School of Dentistry, The University of Queensland (UQ), dan dipublikasikan di jurnal BMC Oral Health pada 2026.

Bagaimana Penelitian Dilakukan

Peneliti melakukan studi observasional terhadap kunjungan anak ke IGD di 5 rumah sakit wilayah Metro South, Queensland, selama 6 tahun. Penelitian ini merupakan kolaborasi antara UQ, James Cook University, dan Metro South Health.

Temuan Utama

  • 1.108 kunjungan IGD berkaitan dengan penyakit gigi yang sebenarnya berpotensi dapat dicegah, seperti gigi berlubang.

  • Anak usia 9 tahun ke bawah menyumbang porsi kunjungan terbesar.

  • Sekitar 73% kunjungan terjadi di luar jam buka praktik dokter gigi pada umumnya.

  • Hampir separuh anak sudah mengalami penyakit gigi serius yang mengenai pulpa (saraf gigi) atau jaringan sekitarnya, termasuk abses.

  • Anak dari keluarga paling kurang mampu berisiko hingga 16 kali lebih tinggi datang ke rumah sakit karena sakit gigi dibandingkan anak dari wilayah paling sejahtera.

Bukan Sekadar Masalah Gigi

Menurut Dr. Zafar, temuan ini bukan hanya soal kesehatan gigi, tetapi juga soal akses dan kesetaraan layanan kesehatan. IGD tidak dirancang untuk memberikan perawatan tuntas bagi penyakit gigi. Umumnya, anak hanya diberi obat pereda nyeri dan mungkin antibiotik, lalu dipulangkan untuk menunggu jadwal ke dokter gigi.

Tingginya kunjungan di luar jam praktik juga menunjukkan perlunya jalur layanan gigi darurat di luar jam kerja yang lebih mudah dijangkau keluarga.

Gigi Susu Juga Penting

Banyak orang tua belum menyadari pentingnya gigi susu karena menganggap gigi tersebut toh akan tanggal. Ada pula yang baru menyadari manfaat pemeriksaan rutin setelah anak kesakitan. Padahal, pencegahan dan pemeriksaan berkala jauh lebih murah dan tidak menyakitkan dibandingkan pengobatan.

Para peneliti menyarankan beberapa langkah:

  • Memasukkan pemeriksaan gigi ke dalam skrining kesehatan rutin anak usia prasekolah.

  • Melibatkan dokter umum dan tenaga kesehatan lain untuk mengingatkan pentingnya perawatan gigi.

  • Menginformasikan kepada orang tua tentang bantuan biaya layanan gigi yang tersedia. Di Australia, misalnya, ada program Child Dental Benefits Schedule yang menanggung pemeriksaan dan pembersihan gigi bagi keluarga yang memenuhi syarat.

Apa Artinya bagi Orang Tua di Indonesia?

Meski penelitian dilakukan di Australia, pesannya relevan untuk Indonesia. Biasakan anak menyikat gigi dua kali sehari, batasi makanan dan minuman manis, dan bawa anak ke dokter gigi secara rutin sejak gigi pertamanya tumbuh, bukan hanya saat sudah sakit. Merawat gigi anak sejak dini berarti juga menjaga kesehatan tubuhnya secara keseluruhan.

Kesimpulan

Studi dari The University of Queensland menunjukkan bahwa penyakit gigi yang sebenarnya dapat dicegah masih membawa banyak anak ke IGD, terutama anak usia 9 tahun ke bawah dan anak dari keluarga kurang mampu. Sebagian besar kunjungan terjadi di luar jam praktik dokter gigi, dan hampir separuh anak sudah mengalami infeksi serius seperti abses. Pencegahan sejak dini, pemeriksaan gigi rutin, edukasi orang tua tentang pentingnya gigi susu, serta akses layanan yang lebih merata menjadi kunci agar anak tidak perlu berakhir di IGD karena sakit gigi.

Referensi

  1. The University of Queensland. (2026, 1 Oktober). Preventable dental disease sending children to emergency. UQ News. https://news.uq.edu.au/2026-10-preventable-dental-disease-sending-children-emergency

  2. Zafar S, dkk. (2026). Studi kunjungan instalasi gawat darurat anak terkait penyakit gigi di wilayah Metro South, Queensland. BMC Oral Health. https://doi.org/10.1186/s12903-026-09809-y

Carigi Indonesia October 6, 2026
Share this post
Tags
Archive
HPV Penyebab Kanker Infeksi Kedua Terbesar di Dunia