Skip to Content

Gigi Aus pada Remaja: Hampir Semua Remaja UEA Mengalaminya

October 12, 2026 by
Carigi Indonesia

Gigi Aus pada Remaja: Hampir Semua Remaja Uni Emirat Arab

Gigi Aus pada Remaja: Hampir Semua Remaja UEA Mengalaminya

Keausan Gigi Ditemukan pada Hampir Semua Remaja dalam Studi Terbaru di Uni Emirat Arab

Keausan gigi, yaitu hilangnya lapisan permukaan gigi secara bertahap, kini makin sering dan makin parah ditemukan pada remaja di berbagai negara. Sebuah studi terbaru di Uni Emirat Arab (UEA) menunjukkan bahwa masalah ini sangat umum, namun kerap tidak disadari.

Studi berjudul Prevalence of tooth wear among adolescents in the United Arab Emirates: A cross-sectional study ini dipublikasikan di International Dental Journal edisi Desember 2026.

Latar Belakang

UEA mengalami urbanisasi yang pesat disertai perubahan pola makan, termasuk tingginya konsumsi minuman asam di kalangan anak muda. Namun, data tentang keausan gigi pada remaja di kawasan Teluk masih terbatas. Karena itu, peneliti ingin mengetahui seberapa banyak dan seberapa parah keausan gigi pada remaja, serta faktor risikonya.

Bagaimana Penelitian Dilakukan

Studi potong-lintang ini melibatkan 876 remaja berusia 14–16 tahun dari sekolah negeri dan swasta di Sharjah, Dubai, dan Ajman. Keausan gigi dinilai menggunakan indeks BEWE (Basic Erosive Wear Examination), sedangkan data pola makan, kebiasaan menjaga kesehatan mulut, gaya hidup, dan latar belakang sosial-demografi dikumpulkan melalui kuesioner.

Hasil Penelitian

  • Hampir semua peserta mengalami keausan gigi, meski tingkat keparahannya beragam.

  • Lebih dari separuh peserta memiliki skor BEWE sedang hingga tinggi, menandakan hilangnya permukaan gigi yang bermakna secara klinis.

  • Sekitar 1 dari 8 peserta masuk kategori risiko tinggi yang memerlukan penanganan.

Faktor yang Berpengaruh

Pola minum dan makan menjadi faktor penting:

  • Minum minuman olahraga atau minuman energi setiap minggu atau setiap hari berkaitan dengan skor keausan yang lebih tinggi.

  • Rutin minum air putih berkaitan dengan skor keausan yang lebih rendah.

  • Sering makan buah segar juga berkaitan dengan skor yang lebih rendah.

Siswa sekolah negeri memiliki skor keausan lebih tinggi dibanding siswa sekolah swasta. Peneliti menduga hal ini terkait faktor sosial-ekonomi seperti pendidikan dan literasi kesehatan orang tua, serta kebiasaan teman sebaya dan lingkungan sekolah.

Temuan ini sejalan dengan tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2026 yang menunjukkan bahwa minuman bersoda merupakan faktor risiko erosi gigi pada remaja.

Apa Artinya bagi Remaja dan Orang Tua?

Konsumsi minuman asam adalah faktor yang bisa diubah. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  • Batasi minuman energi, minuman olahraga, dan minuman bersoda.

  • Jadikan air putih sebagai minuman utama sehari-hari.

  • Perbanyak konsumsi buah segar dibanding minuman manis atau asam.

  • Periksakan gigi secara rutin agar keausan dapat dideteksi sejak dini.

Peneliti juga menyarankan agar dokter gigi memeriksa keausan gigi secara rutin dan memberikan konseling pola makan yang disesuaikan untuk setiap pasien. Pesan ini relevan di Indonesia, mengingat minuman kemasan manis, minuman energi, dan minuman bersoda juga mudah dijangkau remaja.

Keterbatasan Penelitian

Studi ini bersifat potong-lintang dan sebagian data, seperti pola makan, berasal dari laporan peserta sendiri. Karena itu, hasilnya menunjukkan kaitan, bukan sebab-akibat, dan mungkin tidak sepenuhnya berlaku untuk populasi di luar UEA.

Kesimpulan

Studi pada 876 remaja di Uni Emirat Arab menemukan bahwa keausan gigi dialami hampir semua peserta, dengan lebih dari separuh tergolong sedang hingga berat dan sekitar 1 dari 8 berisiko tinggi. Konsumsi minuman olahraga dan minuman energi berkaitan dengan keausan yang lebih parah, sedangkan minum air putih dan makan buah segar berkaitan dengan keausan yang lebih ringan. Karena faktor utamanya dapat diubah, pemeriksaan keausan gigi secara rutin dan edukasi pola minum sejak remaja menjadi kunci untuk melindungi gigi dalam jangka panjang.

Referensi

  1. Dental Tribune International. (2026, 8 Oktober). Tooth wear found in almost all adolescents in a new UAE study. https://www.dental-tribune.com/news/tooth-wear-found-in-almost-all-adolescents-in-a-new-uae-study/

  2. Prevalence of tooth wear among adolescents in the United Arab Emirates: A cross-sectional study. International Dental Journal. Desember 2026. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0020653926017004

  3. Prevalence and risk of dental erosion linked to carbonated drinks in adolescents: a systematic review and meta-analysis. Oral Health and Preventive Dentistry. 2026;24. https://www.quintessence-publishing.com/usa/en/article/7005849/oral-health-and-preventive-dentistry/2026/volume-24/prevalence-and-risk-of-dental-erosion-linked-to-carbonated-drinks-in-adolescents-a-systematic-review-and-meta-analysis

Carigi Indonesia October 12, 2026
Share this post
Tags
Archive
Pengalaman Buruk Masa Kecil Terkait Gigi Berlubang pada Anak