CQC Inggris: Ketimpangan Kesehatan Gigi Anak Masih Tinggi
CQC Inggris: Ketimpangan Kesehatan Gigi Anak Masih Bertahan
Gigi berlubang pada anak sebenarnya dapat dicegah. Namun, laporan terbaru dari Inggris menunjukkan bahwa beban penyakit ini masih jauh lebih berat dirasakan anak-anak dari keluarga dan wilayah yang kurang mampu.
Care Quality Commission (CQC), lembaga pengawas layanan kesehatan dan sosial di Inggris, memperingatkan bahwa ketimpangan kesehatan gigi anak masih terjadi di seluruh Inggris. Dalam laporan State of Care 2025/26, CQC mencatat bahwa anak usia lima tahun di wilayah paling miskin mengalami gigi berlubang lebih dari dua kali lipat dibandingkan anak di wilayah paling sejahtera.
Gigi Berlubang pada Anak Usia 5 Tahun
Mengutip survei nasional kesehatan gigi anak usia lima tahun, CQC melaporkan:
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Gigi berlubang di wilayah paling miskin | 32% |
| Gigi berlubang di wilayah paling sejahtera | 14% |
| Rentang antarwilayah layanan kesehatan (ICB) | 12%–33% |
| Rata-rata nasional dengan tanda gigi berlubang | Sekitar 22% |
| Gigi berlubang tahap lanjut | 3,7% |
| Tanda infeksi gigi berat | 1,8% |
CQC menegaskan bahwa kemiskinan tetap berkaitan erat dengan tingginya angka penyakit gigi.
Ketua CQC, Baroness Julia Neuberger, menyampaikan bahwa perbaikan layanan belum mampu mengimbangi kebutuhan di semua tempat, dan ketika itu terjadi, kelompok masyarakat dan wilayah yang sama yang paling sering menanggung akibatnya.
Beban Pencabutan Gigi yang Tidak Merata
Ketimpangan juga terlihat pada pencabutan gigi akibat karies di rumah sakit:
Wilayah paling miskin: 403 per 100.000 anak dan remaja.
Wilayah paling sejahtera: 121 per 100.000 anak dan remaja.
Artinya, anak di wilayah termiskin sekitar 3 kali lebih sering menjalani pencabutan gigi di rumah sakit.
Jumlah pencabutan yang tercatat juga meningkat dari 31.165 (2022/23) menjadi 33.976 (2024/25), naik sekitar 9%. CQC menyebut penyakit mulut yang sebenarnya dapat dicegah masih menjadi penyumbang besar aktivitas rumah sakit pada anak dan remaja.
Layanan Pulih, tetapi Akses Belum Merata
Layanan gigi NHS terus pulih:
Pada 2025/26, tercatat 37,6 juta rangkaian perawatan gigi, naik dari 35,4 juta pada tahun sebelumnya.
Angka ini masih di bawah 38,8 juta pada 2019/20 (sebelum pandemi).
Akses anak ke dokter gigi:
Hampir 7,2 juta anak diperiksa dalam 12 bulan terakhir, atau sekitar 60% populasi anak di Inggris.
Akses bervariasi antarwilayah.
Sebaran praktik dokter gigi tidak merata: kepadatan praktik lebih rendah di beberapa wilayah pedesaan atau campuran desa-kota. CQC memperingatkan bahwa kondisi ini dapat memperlebar ketimpangan akses dan kesehatan gigi.
Neuberger menekankan perlunya respons bersama dari penyedia layanan, regulator, pihak pembiaya layanan, dan pemerintah untuk memperbaiki sistem yang mulai retak.
Contoh Upaya Memperluas Akses
Laporan ini juga menampilkan contoh praktik yang berupaya mempermudah akses pasien. Salah satu praktik dokter gigi membuka layanan pada hari Sabtu selama sebulan agar orang tua yang bekerja dapat mendaftarkan anaknya untuk perawatan NHS. Program ini diminati sehingga diperpanjang sebulan lagi.
Pelajaran untuk Indonesia
Ketimpangan serupa juga menjadi tantangan di banyak negara, termasuk Indonesia, dengan perbedaan kondisi ekonomi dan akses layanan antara kota dan desa. Beberapa langkah yang relevan:
Pencegahan sejak dini: edukasi menyikat gigi dengan pasta berfluoride dan membatasi gula, dimulai dari keluarga, posyandu, dan sekolah.
Pemeriksaan gigi rutin pada anak, terutama di wilayah dengan akses terbatas.
Penguatan program berbasis masyarakat, seperti UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah).
Layanan yang lebih fleksibel, misalnya jam layanan yang memudahkan orang tua yang bekerja.
Kesimpulan
Laporan State of Care 2025/26 dari CQC menunjukkan bahwa meskipun layanan gigi NHS mulai pulih, ketimpangan kesehatan gigi anak di Inggris masih nyata. Anak usia lima tahun di wilayah termiskin dua kali lebih sering mengalami gigi berlubang, dan anak-anak di wilayah tersebut sekitar tiga kali lebih sering menjalani pencabutan gigi di rumah sakit. Akses ke dokter gigi juga belum merata antarwilayah. Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan sejak dini dan pemerataan akses layanan adalah kunci untuk menekan penyakit gigi yang sebenarnya dapat dicegah.
Referensi
Care Quality Commission (CQC). The State of Health Care and Adult Social Care in England 2025/26 (State of Care 2025/26). Inggris, 2026.
Dentistry.co.uk. CQC warns of persistent inequalities in children’s oral health. 2026.